Gizi Masyarakat

“Picky Eater pada Anak, Normal atau Tidak Normal?”

Halo Nutrizen! Tahukah kamu apa itu picky eater? Lalu apakah picky eater merupakan suatu perilaku yang normal dialami oleh anak? Yuk simak uraian berikut untuk mengetahui lebih lanjut!

Picky eater atau perilaku memilih makanan merupakan suatu keadaan yang terjadi ketika anak menolak untuk makan atau mengalami kesulitan untuk mengonsumsi makanan. Perilaku ini umumnya dialami oleh anak usia prasekolah yang dapat juga disebut dengan fussy eating. Picky eater masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak disadari oleh orang tua sebab perilaku seperti ini kerap kali dianggap normal. Namun, picky eater dapat memberikan dampak negatif jika tidak segera ditangani. Tidak terpenuhinya asupan zat gizi anak adalah salah satu dampak dari picky eater yang dapat meningkatkan risiko dua kali lebih besar untuk mengalami underweight. Akibat lebih lanjut yang dapat dialami anak adalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan serta menurunnya daya intelegensi anak.

Perilaku ini dapat terjadi sebab anak usia prasekolah umumnya sensitif dan peka terhadap lingkungan. Anak usia prasekolah juga sudah dapat mengekspresikan emosinya sehingga dapat menolak dan memilih apa yang diinginkan. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi pola makan anak. Anak yang mengalami picky eater umumnya memiliki gejala seperti muntah, rewel, menutup mulut rapat-rapat ketika makan, suka memilih makanan, menepis suapan, tidak ingin mencoba makanan baru, dan membatasi konsumsi berbagai makanan.

Picky eater dapat disebabkan karena berbagai hal antara lain gangguan pada gigi dan mulut, gangguan psikologis, faktor kesukaan makan, faktor kebiasaan makan, keadaan sosial ekonomi keluarga, cara pemberian makan, dan kondisi emosional anak. Gangguan psikologis dianggap sebagai faktor terbesar sebagai penentu perilaku makan anak karena berkaitan erat dengan pola asuh orang tua. Aturan makan yang ketat terhadap anak dan memaksa kehendak terhadap anak merupakan pola asuh yang salah dan kerap dilakukan oleh para orang tua.

Oleh karena itu, pola asuh orang tua menjadi kunci penting dalam mencegah dan menangani picky eater yang dialami oleh anak. Memberikan kebebasan terhadap anak untuk melakukan apa yang diingankan seperti mencoba berbagai jenis makanan yang belum pernah dikonsumsi merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua. Menyediakan makanan yang beragam dalam keluarga juga dapat dilakukan agar anak tidak menolak mengonsumsi makanan baru. Memberikan makanan dengan cara yang menarik dan tidak memaksa serta memberikan contoh secara langsung kepada anak merupakan cara lain yang dapat diterapkan oleh orang tua.

Daftar Pustaka

Simamora HG, Siallagan AM. 2020. Hubungan pola asuh ibu dengan perilaku picky ​eating pada anak usia prasekolah di lingkungan vii Simalingkar Kelurahan ​Mangga Dua Kecamatan Medan Tuntungan. Jurnal Penelitian Kesmas. 2(2): ​18-25.
Lukitasari D. 2020. Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku picky eater pada ​anak usia prasekolah. Jurnal Sehat Masada. 14(1): 73-80.
Horst KVD, Deming DM, Lesniauskas RCB, Reidy KC. 2016. Picky eating: ​associations with child eating characteristics and food intake. Appetite. 103(1): ​286-293.
Karaki BK, Kundre R, Karundeng M. 2016. Hubungan pola asuh ibu dengan perilaku ​sulit makan pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) di taman kanak-kanak Desa ​Palelon Modoinding Minasa Selatan. Jurnal Keperawatan. 4(1):173-180.

#NUTRICLE
#HIMAGIZI
#HIMAGIZIIPB
__________________________
Food and Nutrition Care x Information and Communication
Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi
Kabinet Selangkah Seirama
___________________________
Kritik dan saran: bit.ly/AkuHimagizi
Twitter: @himagizi_ipb
Instagram: @himagizi
Line: @efn7732t
Facebook: Himagizi Fema IPB
www.himagizi.lk.ipb.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *