TRVLRzzz

Diare sering terjadi pada seseorang yang sedang berpergian ke negara lain. Hal tersebut dinamakan Traveller’s Diarrhea. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Yuk simak ulasan berikut ini.
Diare adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan peningkatan gerak peristaltis usus dan penurunan waktu transit feses pada saluran pencernaan. Sebagian besar para traveller sering mengalami Traveller’s Diarrhea (TD). Gejala TD meliputi diare, kram perut, bising usus meningkat, mual, dan muntah. Lantas, penyebabnya apa sih? Penyebabnya berasal dari makanan atau air minum yang terkontaminasi oleh bakteri/protozoa. Bakteri Read More →

kultweet

Selamat malam, Nutricillious!! Kali ini Kami akan berbagi info mengenai Diet ETPT. Penasaran apa itu? Simak ulasan Kami berikut ini ya!

Diet ETPT merupakan singkatan dari Diet Energi Tinggi Protein Tinggi. Diet ini sering juga disebut Diet TKTP atau Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein. Diet ETPT adalah diet yang mengandung energi dan protein di atas kebutuhan normal seseorang. Biasanya, Diet ETPT diberikan seperti makanan biasa akan tetapi disertai dengan bahan makanan sumber protein tinggi, misalnya susu, telur, dan daging.

Diet ETPT bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh. Selain itu, diet ETPT dapat digunakan untuk menambah berat badan agar kembali mencapai berat badan normal. Pasien yang mendapat Diet ETPT adalah pasien dengan indikasi KEP (Kurang Energi Protein), luka bakar berat, hipertiroid, hamil, post-partum, sebelum dan setelah operasi tertentu, trauma, pasien yang sedang Read More →

KULTWEETN

Pada kondisi normal, di dalam usus manusia terdapat beberapa jenis gas, antara lain H2, CO2, N2, O2, dan CH4. Namun, karena adanya fermentasi bakteri terhadap oligosakarida, produksi gas-gas tersebut akan meningkat dan menumpuk dalam saluran pencernaan, sehingga menyebabkan flatulensi. Bahasa awamnya sering disebut buang angin. Flatulensi merupakan salah satu masalah pencernaan yang disebabkan karena penumpukan gas hasil fermentasi oligosakarida yang tidak tercerna oleh mikroba di dalam usus besar. Oligosakarida tersebut tidak dapat dicerna karena di dalam usus mamalia, termasuk manusia tidak memiliki enzim alfa-galaktosidase yang digunakan untuk mencerna oligisakarida. Oleh karena itu, oligosakarida tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh.
Contoh oligosakarida yang menyebabkan flatulensi adalah rafinosa dan stakiosa. Oligosakarida yang tidak tercerna tersebut kemudian akan difermentasi oleh bakteri di dalam saluran pencernaan, khususnya di dalam usus besar membentuk gas hidrogen, karbondioksida, dan sejumlah kecil metana. Gas-gas yang dihasilkan dari hasil fermentasi tersebut memang tidak bersifat toksik, namun dapat menyebabkan efek yang merugikan bagi kesehatan, antara lain pusing, konstipasi, diare, penurunan daya konsentrasi, dan sedikit perubahan mental.
Bahan pangan yang dapat menyebabkan flatulensi antara lain biji-bijian, kacang-kacangan, makanan tinggi serat, laktosa (dalam susu, produk susu, keju, yoghurt), dan sayuran yang banyak mengandung sulfur seperti kol, brokoli, kubis, dan kale. Konsumsi dalam jumlah sedang gula jenis fruktosa dan sorbitol juga menyebabkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Selain karena konsumsi bahan pangan tesebut, flatulensi juga disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain kurangnya aktivitas fisik, penurunan motilitas usus, dan aerophagia. Aerophagia merupakan tertelannya udara ke dalam saluran pencernaan melalui mulut.
Mengurangi konsumsi bahan pangan penyebab flatulensi, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan terbukti dapat menurunkan produksi gas di dalam usus. Selain itu, dengan meningkatkan aktivitas fisik dan minum banyak air juga dapat mencegah terjadinya flatulensi. Aerophagia yang menjadi salah satu penyebab dari flatulensi dapat dicegah dengan cara makan dan mengunyah secara perlahan serta menghindari minum dengan menggunakan sedotan. Dengan mengetahui penyebab dari flatulensi, kita bisa menjadi lebih bijak dalam menjalankan gaya hidup sehat dan memilih makanan yang tepat untuk mendukung fungsi normal tubuh.
Sumber :
Borakhatariya AN, Jesani VJ, Patrel JB, Shah DH, Sathwara YR, Zala SP, Sen DJ. Flatulence : a chronic gastric upset in today’s hectic lifestyle. International Journal of Drug Formulation and Research. 2(2) : 176-191.

copy-of-tea

“There is overwhelming scientific evidence demonstrating that those of us who eat a diet rich in antioxidants and take antioxidant supplements will live longer, healthier lives” – Dr. Packer
Tubuh manusia secara terus-menerus menghasilkan senyawa radikal dan pada akhirnya menghasilkan radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi, dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh seperti polusi. Pembentukan radikal bebas akan meningkat dengan bertambahnya usia. Senyawa tersebut merupakan oksidan yang reaktif dan selalu berusaha menyerang komponen seluler seperti lipid, lipoprotein, protein, karbohidrat, RNA, dan DNA. Seiring bertambahnya pengetahuan tentang aktivitas radikal bebas, maka penggunaan senyawa antioksidan semakin berkembang dengan baik dalam makanan maupun pengobatan.
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal atau meredam dampak negatif radikal bebas. Antioksidan dalam kadar atau jumlah tertentu mampu menghambat atau memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi. Antioksidan bekerja dengan cara mendonorkan satu elektronnya kepada senyawa yang bersifat oksidan sehingga aktivitas senyawa oksidan tersebut dapat dihambat. Antioksidan yang dihasilkan tubuh manusia tidak cukup untuk melawan radikal bebas, sehingga tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar. Antioksidan terdapat secara alami dalam bahan pangan. Antioksidan alami banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, terdapat juga antioksidan sintetik seperti BHA, BHT, propilgallat, dan etoksiquin. Namun secara umum, antioksidan alami lebih banyak dikonsumsi karena derajat toksisitasnya yang rendah dan kekhawatiran akan kemungkinan efek samping yang belum diketahui dari antioksidan sintetik.
Terdapat berbagai macam senyawa antioksidan dalam bahan pangan. Diantaranya adalah vitamin E (tocoferol dan tocotrienol), vitamin C, karotenoid, vitamin A, likopen, flavonoid, fitat, asam sitrat, katekin, dan selenium. Dalam satu jenis bahan pangan dapat mengandung lebih dari satu senyawa antioksidan, seperti tomat yang mengandung vitamin E, beta-karoten, dan likopen. Konsumsi likopen yang terkandung dalam tomat dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah sehingga mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke. Likopen juga mencegah berbagai penyakit kanker, diantaranya kanker prostat, kanker tulang, dan kanker rahim. Selain itu, konsumsi vitamin A, C, dan E sebagai antioksidan dapat mencegah penuaan dini. Beta-karoten juga dapat meningkatkan komunitas antarsel di dalam tubuh sehingga dapat meningkatan daya tahan tubuh. Dan masih banyak senyawa-senya antioksidan lain yang dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit juga meningkatkan kesehatan tubuh.
Konsumsi bahan pangan yang mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dapat menghindarkan tubuh dari serangan radikal bebas. Resiko penyakit-penyakit degeneratif dapat dikurangi dan penuaan dini dapat dicegah, serta memperpanjang umur hidup. Dengan mengetahui manfaat yang berlimbah dari antioksidan, kita menjadi tahu bahwa mengonsumsi sayur dan buah, juga bahan pangan lain sangat penting demi kesehatan tubuh yang lebih baik.

Sumber:
Sayuti K dan Yenrina R. 2015. Antioksidan Alamni dan Sintetik. Padang (ID) : Andalas Unversity Press.

  1. Saat-saat ujian, fungsi otak sangat penting banget sob. Ada triknya dari sisi gizi loh, hastagnya #examfood ya
  2. Kalau asupan buat otak oke, belajarnya maksimal, ngerjain soal sambil merem juga bisa :p #examfoodv
  3. Makanan merupakan salah satu faktor penting untuk kualitas otak! Setuju? RT dong :) #examfood
  4. Did you know? Sebanyak 20-30% energi yang masuk ke tubuh dari makanan digunakan untuk kerja otak! #examfood
  5. Saat asupan energi otak tidak terpenuhi, neuron bisa ga prima, kinerja menurun, lalu ujiannya? :( #examfood
  6. Melewatkan sarapan berisiko besar mengalami kurang energi, ujian gak sarapan bukan ide yg baik ya. #examfood
  7. Eh kurang energi berkelanjutan akibatkan transport oksigen ke otak berkurang, ini awal penurunan kognitif. #examfood
  8. Ada yang tau, apa sumber utama energi untuk kerja otak? Merupakan gula sederhana sob. #examfood
  9. Yap! Glukosa sumber energi otak. Sumbernya: nasi, jagung, roti, mi instan atau singkong sob! :) #examfood
  10. Konsumsi sumber glukosa baiknya tidak kurang atau berlebih, pas saja. Untuk nasi, 3 mangkok kecil/hari :) #examfood
  11. Tidak semua lemak jahat loh! Ada 2 asam lemak esensial yg penting utk tubuh & otak. Ada yang tahu? :) #examfood
  12. Yap! Omega 3 & 6, EPA, DHA adalah jenis lemak baik yg sangat penting untuk fungsi membran sel otak. #examfood
  13. Salah satu #examfood paling baik >> Ikan laut. DHA ikan laut berfungsi sbg zat pembawa rangsang di neuron2 otak :)
  14. Alergi Ikan laut? Jagung, canola, sayuran hijau & kacang2an jg mengandung omega-3 yg bagus untuk otak! :) #examfood
  15. Kekurangan omega-3 akibatkan kerusakan retina (fungsi visual) serta menggangu syaraf sensorik & motorik :( #examfood
  16. Sedangkan kurang omega-6 menurunkan kemampuan sel syaraf untuk menggunakan energi hasil oksidasi glukosa #examfood
  17. Tips makan siang saat ujian>> nasi+ikan+sayur jagung dan buah hehe :) #examfood
  18. Protein di daging, telur atau susu merupakan bahan dasar pembuatan neuron. Ibu dan bumil harus notif nih! :) #examfood
  19. Kafein (kopi) & theobromin (cokelat) merangsang endofrin utk merelaksasi otak saat stress ngapalin utk ujian :) #examfood
  20. Pigmen pada kulit buah jg meningkatkan penghantaran sinyal antar neuron, kinerja otak meningkat, ujian beres #examfood
  21. Suka telur? Selain protein, di telur jg ada zat kolin yg memperlancar penghantaran sinyal di simpul syaraf. #examfood
  22. Vitamin K yang banyak terdapat pada sayuran hijau juga meningkatkan fungsi kognitif. #examfood
  23. Tau kuaci? Di kuaci ada zat tiamin & VitB yang meningkatkan memori & fungsi kognitif otak loh :) #examfood
  24. Gizi untuk otak bukan hal yang instan dan perlu dijaga saat ujian aja. Baiknya diperhatikan bahkan sejak 1000 HPK sob.
  25. Kalau dari kehamilan, Ibu sudah memperhatikan asupan untuk perkembangan otak bayi, kualitas SDM kita dapat meningkat :)
  26. Sekian sekilas tentang #examfood, edisi ujian sob. Ingat hasil perjuangan ujianmu akan terpatri di ijazah #tsah

From: @EdukasiGizi
fbb5bb1882a6bd267163c634a4708b23