2

VIDEO INTEGRAL 2017

Seperti biasa, pada awal kepengurusan HIMAGIZI periode baru, divisi PSDM dan BPH akan mengadakan program INTEGRAL (“Integrated Training to be A Great Organizer and Leader”). Integral adalah program pengembangan softskill berorganisasi, kepemimpinan, dan kemampuan kesekretariatan yang ditujukan untuk pengurus HIMAGIZI dan BPH Klub Gizi Masyarakat serta Nutrition Fair. Integral 2017 diadakan di RK GMSK LH pada hari Sabtu, 11 Maret 2017. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini selain dihadiri peserta, juga dihadiri oleh pembicara dari dosen hingga alumni Departemen Gizi Masyarakat IPB yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing.
Integral 2017 dilaksanakan dengan tema “Level Up Your Organizational Skills” yang nantinya akan membantu peserta dapat termotivasi untuk senantiasa meningkatkan kemampuan di bidang kepemimpinan, administrasi, dan berorganisasi. Rangkaian acara pertama di Integral 2017 adalah sambutan-sambutan pada pukul 07.00 lalu dilanjutkan oleh pemateri pertama yaitu Dr. Rimbawan. Beliau membawakan materi tentang falsafah organisasi, administrasi kesekretariatan, dan birokrasi yang membahas mengenai etika umum dalam surat menyurat, pengarsipan data organisasi serta perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian dalam manajemen organisasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ketua Departemen kita ini dengan segala pengalamannya bercerita tentang bagaimana seharusnya kita mempunyai etos kerja yang baik dan disiplin dalam menghadapi birokrasi. Kemudian pembicara kedua yaitu Kustarto Taufani, S.Gz dari GM 48 yang membahas sikap dan gaya kepemimpinan seseorang dalam menjalankan suatu organisasi, manajemen pengambilan keputusan, dan cara memotivasi tim dalam bekerja. Di sini, beliau juga memberikan semacam kuesioner untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan seseorang.
Read More →

50639

More Photos

VIDEO ANIMAZI KE 10

The 10th Animazi (Anniversary of HIMAGIZI) adalah salah satu program kerja tahunan divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HIMAGIZI yang diadakan sebagai peringatan ulang tahun HIMAGIZI. Sebagai bagian dari Fakultas Ekologi Manusia IPB yang cinta lingkungan, Animazi dilaksanakan bukan hanya perayaan simbolis namun juga dengan aktivitas membersihkan lingkungan IPB khususnya di area Departemen Gizi Masyarakat.

Seperti biasa, the 10th Animazi terdiri dari 2 rangkaian acara, yaitu aktivitas outdoor dan malam puncak. Rangkaian pertama diadakan pada hari Minggu tanggal 5 Maret. Rangkaian malam puncak diadakan hari Selasa pada tanggal 7 Maret 2017 sama seperti tanggal ulang tahun HIMAGIZI. Peserta the 10th Animazi adalah semua civitas akademika aktif Departemen Gizi Masyarakat IPB, baik mahasiswa, dosen, dan pegawai turut diundang dan memeriahkan acara ini. Read More →

poster thypusss

PENYAKIT THYPUS

Demam tifoid atau Thypus abdominalis adalah penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini sangat berkaitan dengan kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan, misalnya kebersihan makanan, lingkungan yang kumuh, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Berdasarkan data WHO (World Health Organisation) diperkirakan angka insidensi di seluruh dunia terdapat sekitar 17 juta per tahun dengan 600.000 orang meninggal karena demam tifoid dan 70% kematiannya terjadi di Asia. Mahasiswa seringkali menjadi kalangan yang mudah terkena penyakit ini. Dikarenakan aktivitas yang padat dan kurangnya perhatian terhadap lingkungan, seperti makanan yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab terkena penyakit ini. Lantas bagaimana sebenarnya penyebaran bakteri Salmonella typhi ini hingga dapat menyebabkan demam tifoid ?
Read More →

KULTWEETN

Pada kondisi normal, di dalam usus manusia terdapat beberapa jenis gas, antara lain H2, CO2, N2, O2, dan CH4. Namun, karena adanya fermentasi bakteri terhadap oligosakarida, produksi gas-gas tersebut akan meningkat dan menumpuk dalam saluran pencernaan, sehingga menyebabkan flatulensi. Bahasa awamnya sering disebut buang angin. Flatulensi merupakan salah satu masalah pencernaan yang disebabkan karena penumpukan gas hasil fermentasi oligosakarida yang tidak tercerna oleh mikroba di dalam usus besar. Oligosakarida tersebut tidak dapat dicerna karena di dalam usus mamalia, termasuk manusia tidak memiliki enzim alfa-galaktosidase yang digunakan untuk mencerna oligisakarida. Oleh karena itu, oligosakarida tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh.
Contoh oligosakarida yang menyebabkan flatulensi adalah rafinosa dan stakiosa. Oligosakarida yang tidak tercerna tersebut kemudian akan difermentasi oleh bakteri di dalam saluran pencernaan, khususnya di dalam usus besar membentuk gas hidrogen, karbondioksida, dan sejumlah kecil metana. Gas-gas yang dihasilkan dari hasil fermentasi tersebut memang tidak bersifat toksik, namun dapat menyebabkan efek yang merugikan bagi kesehatan, antara lain pusing, konstipasi, diare, penurunan daya konsentrasi, dan sedikit perubahan mental.
Bahan pangan yang dapat menyebabkan flatulensi antara lain biji-bijian, kacang-kacangan, makanan tinggi serat, laktosa (dalam susu, produk susu, keju, yoghurt), dan sayuran yang banyak mengandung sulfur seperti kol, brokoli, kubis, dan kale. Konsumsi dalam jumlah sedang gula jenis fruktosa dan sorbitol juga menyebabkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Selain karena konsumsi bahan pangan tesebut, flatulensi juga disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain kurangnya aktivitas fisik, penurunan motilitas usus, dan aerophagia. Aerophagia merupakan tertelannya udara ke dalam saluran pencernaan melalui mulut.
Mengurangi konsumsi bahan pangan penyebab flatulensi, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan terbukti dapat menurunkan produksi gas di dalam usus. Selain itu, dengan meningkatkan aktivitas fisik dan minum banyak air juga dapat mencegah terjadinya flatulensi. Aerophagia yang menjadi salah satu penyebab dari flatulensi dapat dicegah dengan cara makan dan mengunyah secara perlahan serta menghindari minum dengan menggunakan sedotan. Dengan mengetahui penyebab dari flatulensi, kita bisa menjadi lebih bijak dalam menjalankan gaya hidup sehat dan memilih makanan yang tepat untuk mendukung fungsi normal tubuh.
Sumber :
Borakhatariya AN, Jesani VJ, Patrel JB, Shah DH, Sathwara YR, Zala SP, Sen DJ. Flatulence : a chronic gastric upset in today’s hectic lifestyle. International Journal of Drug Formulation and Research. 2(2) : 176-191.