Divisi keprofesian HIMAGIZI kembali melaksanakan acara tahunannya, yaitu Pelatihan Table manner. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober  2010 ini berjalan dengan lancar. Makanan yang disajikan dalam pelatihan ini adalah hidangan Eropa. Melalui bimbangan langsung dari Dosen Gizi Masyarakat yaitu Ibu Tiurma Sinaga MFSH, peserta mendapat pelajaran mengenai tata cara makan yang benar dan sopan. Khusus di tahun ini, Pelatihan Table Manner diselenggarakan di Teaching Cafetaria Departemen Gizi Masyarakat IPB. Menurut pengakuan salah satu peserta, acara ini memberikan banyak manfaat, terlebih dengan keadaan yang cukup kondusif.

Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi (Himagizi) bekerjasama dengan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (Ilmagi) mengadakan Nutrition Fair 2010, dengan tema “DIET SEIMBANG UNTUK PENINGKATAN KEBUGARAN DAN KECERDASAN”. Tujuan umum kegiatan NUTRITION FAIR 2010 adalah mengetahui bagaimana pengaruh diet seimbang untuk peningkatan kebugaran dan kecerdasan. Program kegiatan NUTRITION FAIR 2010 ini terdiri dari NUTREX (Nutrition Expo), EDEX (Education Expo), PROTEIN (Paper Competition), CARBOHYDRATE (Cooking Competition for Body Health with Traditional Food), SEMINAR STAMINA DAN KONSENTRASI, dan LIPID (Lomba Poster dan Iklan Diet).

Saat ini rangkaian kegiatan NUTRITION FAIR sudah dimulai loh, ada NUTREX yang digelar di Koridor FEMA pada tanggal 20-24 September 2010. Jadi buat teman-teman yang punya waktu senggang, mampir yaa di NUTREX. Ada banyak ilmu yang bisa kalian dapat di sana 😉

Nah, buat teman-teman yang mau ikutan lomba paper, iklan, poster, maupun cooking competition, ayooo buruan daftar dan raih hadiah jutaan rupiah! 😉

Selain itu, jangan lupa datang juga yah di puncak acara NUTRITION FAIR tanggal 16 Oktober 2010. Di sana akan ada Seminar Nasional dengan pembicara orang-orang yang hebat. Ada bintang tamunya juga loh! So, tunggu apa lagi?? Yuk kita ikut berpartisipasi di NUTRITION FAIR 2010 !

Info lebih lanjut: buka Blog Nutrition Fair 2010

Pernahkah kita menyangka, kehadiran sedikit saus pada burger bisa menjadi manfaat kesehatan yang tersembunyi?

Penelitian terbaru menunjukkan beberapa bumbu dapur dan tumbuhan herbal tidak hanya mampu meningkatkan rasa, tapi juga akan membantu mengontrol nafsu makan, melancarkan pencernaan, meningkatkan kemampuan daya ingat, dan bahkan melawan penyakit jantung hingga kanker. Inilah bumbu sehat yang dimaksud :

Saus tomat.
Manfaat : menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Dosis harian : 3-4 sendok makan.

Kandungan likopen dalam saus tomat merupakan senyawa antioksidan penting yang dapat memperlambat proses terjadinya aterosklerosis (kondisi dimana dinding arteri mengalami penebalan dan tidak lentur), jelas Betty Ishida, PhD, ahli biologi dari penelitian USDA. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, saus tomat versi organik mengandung likopen 60% lebih banyak setiap gramnya, jika dibandingkan dengan saus tomat pada umumnya. Hal lain yang juga ditemukan peneliti adalah adanya kandungan vitamin A, C, dan E yang tinggi pada saus tomat organik.

Tip penyajian : Dapatkan likopen terbaik dari saus tomat yang memiliki warna gelap. Nikmati sehatnya saus tomat bersama buger dan kentang panggang. Atau kita bisa campurkan dengan mayones tanpa lemak dan sajikan sebagai dressing, saran Tanya Zuckerbrot, RD, ahli diet dari New York City.

Madu Buckwheat
Manfaat : melawan penuaan.
Dosis harian : 2-4 sendok makan.

Setelah meneliti 19 jenis madu, para peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign menyimpulkan madu berwarna gelap -seperti buckwheat atau blueberry – mengandung antioksidan paling banyak. Dan fungsi dari antioksidan adalah melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif, dan degenerasi makula.

Tip penyajian : Karena sudah memiliki cita rasa yang kuat, jadi kita hanya perlu menambahkan sedikit madu pada oatmeal, yogurt tanpa rasa, dan teh. Ini lebih baik dibanding kita menggunakan gula, saran Daniel Stern, koki eksekutif dari restoran MidAtlantic dan R2L di Philadelphia. Atau kita bisa menghadirkan madu sebagai dressing manis dalam salad kita.

Kayu Manis.
Manfaat : menstabilkan kadar gula darah.
Dosis harian : 1 sendok teh.

Serangkaian studi yang dicatat dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukkan, orang yang memasukkan kayu manis (½ – 1 sendok teh) pada hidangan manis mereka akan mengalami peningkatan gula darah yang lebih lambat dibanding dengan orang yang tidak mengonsumsi sama sekali. Rempah ini mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan membuat kita menggunakan glukosa dalam darah lebih banyak sehingga mampu menjaga kestabilan gula darah, kata Joanna Hlebowicz, PhD, ketua penelitian di Lund University di Swedia. Menambahkan kayu manis pada makanan berkarbohidrat tinggi atau yang mengandung zat tepung, juga bisa membantu kita menstabilkan gula darah setiap kali kita usai memakannya. Dan bagi penderita diabetes, ini artinya kita mengurangi kebutuhan kita akan insulin.

Tip penyajian : Taburkan kayu manis pada kue, sereal, atau latte.

Lada Hitam.
Manfaat : pelindung melawan kanker.
Dosis harian : sebagai perasa.

Temuan terbaru dari University of Michigan menyatakan, kandungan piperine dalam lada hitam bisa menghentikan proses pembaharuan dari sel batang kanker. “Dengan mengurangi jumlah sel batang kanker, berarti kita juga membatasi jumlah sel yang berpotensi menjadi tumor,” jelas Madhuri Kakarala, MD, PhD, ketua penelitian dari University of Michigan Medical School.

Tip penyajian : Bisa ditaburkan di atas makanan kegemaran. Atau kita juga bisa mencampurkan ke dalam yogurt tanpa rasa dan menjadi topping buah segar, tambah Stern.(Astrid Anastasia)

sumber: Prevention Magazine

Di negara maju, kanker payudara merupakan penyakit yang paling banyak terjadi, sedangkan di Indonesia berada pada urutan kedua setelah kanker serviks uteri. Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berlipat ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Kanker ini lebih sering terjadi pada wanita berusia 40 tahun ke atas, lebih banyak menyerang pada payudara sebelah kiri dan bagian atas payudara (dekat lengan). Berdasarkan Wijayakusuma (2004) dalam bukunya, “Atasi Kanker dengan Tanaman Obat”, gejala-gejala kanker payudara adalah sebagai berikut: Adanya benjolan atau massa pada payudara (dapat diraba), perubahan simetri atau bentuk payudara dari sebelumnya, adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang susah sembuh, adanya cairan (darah atau nanah) yang keluar dari puting susu, perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan retraksi (puting susu tertarik ke dalam), serta adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara. Faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit kanker payudara adalah sebagai berikut: memiliki keluarga yang menderita kanker payudara; wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan, tidak menyusui; kehamilan pertama yang terjadi setelah berumur 35 tahun; siklus menstruasi yang panjang (mendapat haid pertama kurang dari 12 tahun dan menopaus lebih dari 50 tahun); pernah mendapat terapi hormon jangka panjang, pernah mendapat radiasi pada payudara; wanita yang sebelumnya pernah menderita karsinoma pada salah satu payudara, penderita tumor jinak payudara, kanker endometrial dan kanker ovarium; wanita gemuk; konsumsi alkohol tinggi (200-300 cc); dan tinggi badan melebihi 170 cm. Langkah pencegahan agar tidak terkena penyakit kanker payudara adalah hindari terlampau banyak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter, menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun), banyak mengkonsumsi buah, sayur dan kedelai, dan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter setiap 2-3 tahun pada usia 20-35 tahun, dan melakukan pemeriksaan mammografi. Berdasarkan survei pada beberapa rumah sakit dan pencatatan hasil pemeriksaan patologi, selain kekerapan kanker payudara menenempati peringkat tertinggi nomer 2 setelah kanker mulut rahim, kanker ini juga dapat menyerang laki-laki dengan kekerapan satu persen dari seluruh kasus.

Sumber:

Buku “Kanker, Antioksidan, dan Terapi Komplementer” karangan dr. Erik Tapan MHA pada tahun 2004

Buku “Atasi Kanker dengan Tanaman Obat” karya Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma pada tahun 2004

Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi pembangunan nasional melalui pembangungan kesehatan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010. Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang optimal.

Keadaan gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan fisiologis, dan juga oleh keadaan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Pada saat ini, selain dampak dari krisis ekonomi yang masih terasa, juga keadaan dampak dari bencana nasional mempengaruhi status kesehatan pada umumnya dan status gizi khususnya.

Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan dan aktifitas. Kurang gizi dapat terjadi dari beberapa akibat, yaitu ketidakseimbangan asupan zat-zat gizi, faktor penyakit pencernaan, absorsi dan penyakit infeksi.

Gambaran perkembangan keadaan gizi masyarakat menunjukkan kecenderungan yang sejalan. Prevalensi kurang energi protein, yang kemudian disebut masalah gizi makro, pada balita turun dari 37.5 % pada tahun 1989 menjadi 26.4 % pada tahun 1999, keadaan ini juga diikuti dengan prevalensi masalah gizi lain.

Upaya untuk mencegah semakin memburuknya keadaan gizi masyarakat di masa datang perlu dilakukan dengan segera dan direncanakan sesuai masalah daerah sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan desentralisasi. Keadaan ini diharapkan dapat semakin mempercepat sasaran nasional dan global dalam menetapkan program yang sistematis mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan.

Sejalan dengan sasaran global dan perkembangan keadaan gizi masyarakat, rumusan tujuan umum program pangan dan gizi tahun 2001-2005 yaitu menjamin ketahanan pangan tingkat keluarga, mencegah dan menurunkan masalah gizi, mewujudkan hidup sehat dan status gizi yang optimal. Menyadari faktor penyebab masalah gizi yang sangat komplek dan arah kebijakan desentralisasi, maka perlu dirumuskan strategi program gizi khususnya pada program perbaikan gizi makro, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor: 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Kesehatan.

Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan serta aktifitas. Keadaan kurang gizi dapat terjadi dari beberapa akibat, yaitu ketidakseimbangan asupan zat-zat gizi, faktor penyakit pencernaan, absorsi dan penyakit infeksi.

Masalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro. Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus, kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah.

Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan gizi baik di puskesmas maupun di posyandu, dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk.

Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi, pemberdayaan masyarakat di bidang gizi, pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil KEK (kekurangan energi kronik).

Evaluasi juga dilaksanakan dalam pelaksanaan program perbaikan gizi makro, yaitu dimulai dari evaluasi input, proses, output dan impact dengan tujuan untuk menilai persiapan, pelaksanaan, pencapaian target dan prevalensi status gizi pada sasaran.

Sumber : Direktorat Bina Gizi Masyarakat. www.gizi.net