Manfaat Buah Stroberi dalam Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Halo, Nutrizen!
Semoga harimu tetap menyenangkan ya, walaupun melakukan kegiatan WFH (Work From Home) sebagai pencegahan terhadap penyakit pandemik yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, yaitu COVID-19 (Corona Virus Desease 2019). Walaupun melakukan kegiatan di rumah, nutrizen juga perlu lho meningkatkan sistem imun tubuh agar terlindung dari serangan penyakit yang dibawa oleh mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Nah, tahukah kamu? Ternyata buah stroberi dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita, loh! Kira-kira zat apa ya yang terkanadung di dalamnya? Yuk! simak penjelasannya.
Stroberi merupakan buah yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Paduan rasa asam dan manis buah ini menjadi salah satu ciri khasnya. Senyawa kimia yang terkandung dalam buah stroberi memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh. Buah stroberi kaya akan pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan yang tinggi. Antioksidan merupakan zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas (Widyastuti 2016). Senyawa yang terkandung di dalamnya antara lain, kaempferol, quercetin, ellagic acid, dan catechin. Selain itu, stroberi juga mengandung vitamin dan mineral. Vitamin yang terkandung dalam stroberi adalah vitamin C, vitamin A, vitamin B1 (tiamin) dan vitamin B2 (riboflavin). Mineral yang terkandung dalam stroberi adalah kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, potassium, dan selenium (Lewis 2002).

Zat-zat dalam stroberi tersebut masing-masing memiliki manfaat bagi tubuh terutama untuk sistem imun tubuh. Senyawa kaempferol dan quercetin merupakan senyawa flavonol turunan dari flavonoid yang berperan dalam peningktan sistem imun, yaitu dengan cara meningkatkan aktivitas IL-2 (Interleukin 2) dan poliferasi limfosit. IL-2 adalah salah satu sitokin yang berperan dalam mengatur respon imun, berfungsi sebagai mitogen bagi sel T, secara potensial meningkatkan proliferasi dan fungsi sel T, sel B, dan sel NK (Natural Killer) (Rauf et al. 2016). Senyawa ellagic acid, dan catechin dalam stroberi berperan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah suatu zat yang dapat menghambat proses oksidasi. Antioksidan mempertahankan fungsi yang cukup dari sel imun untuk menghadapi perubahan homeostatik yang disebabkan stress oksidatif (Aldi et al. 2012). Tubuh membutuhkan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas yang dapat membantu melindungi dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya (Indigomorie 2009). Peran vitamin C dalam sistem imun erat dengan peran vitamin C sebagai antioksidan. Hal ini karena vitamin C mudah mendonorkan elektronnya untuk radikal bebas sehingga sel-sel termasuk sel imun dapat terlindung dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin A memiliki peranan penting dalam imunitas non-spesifik dan imunitas seluler. Imunitas non spesifik melibatkan pertahanan fisik seperti kulit, selaput lendir, dan silia saluran nafas. Imunitas seluler memacu produksi sitokin dan meningkatkan produksi sel B dan antibodi. Vitamin B1 (tiamin) memiliki fungsi menghasilkan respon imun protektif sehingga meningkatkan ketahan terhadap infeksi bakteri (Fauzi et al. 2019). Selenium yang terkandung dalam stroberi membantu mempertahankan integritas membran dan melindungi DNA dari kerusakan. Zat besi dalam sistem imun berfungsi untuk aktivitas neutrofil dan sel NK (Natural killer) dalam membunuh bakteri (Siswanto et al. 2013). Oleh sebab itu, zat yang terkandung dalam buah stroberi sangat bermanfaat untuk pertahanan imun tubuh kita.

Nah, itulah beberapa manfaat dari zat yang terkandung dalam stroberi untuk sistem imun tubuh. Namun, jangan hanya berfokus pada buah yang satu ini saja ya, kamu juga perlu mengonsumsi beranekaragam buah-buahan agar asupan zat gizi kamu lebih lengkap. Selain itu, mengonsumsi makanan sesuai panduan isi piring makanku disertai aktivitas fisik dan gaya hidup sehat sangat dianjurkan lho.

DAFTAR PUSTAKA

Aldi Y, Nengsih W, Rizal Z. 2012. Efek pemberian jus buah jambu biji daging merah
(Psidium guava L.) terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis pada mencit putih jantan. Jurnal Farmasi Higea. 4(2): 112-117.
Fauzi YS, Apriliana E, Jausal AN. 2019. Peran tiamin (Vitamin B1) dalam meningkatkan
aktivitas makrofag alveolar terhadap pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis.
Jurnal Majority. 8(1): 242-245.
Indigomorie. 2009. Antioksidan: Apa yang anda ketahui tentangnya. Tersedia di: http://artikelonline.web.id/antioksidan-apa-yang-anda-ketahu-tantangnya/. Diunduh tanggal 12 Maret 2020.
Lewis R A. 2002. CRC Dictionary of Agricultural Sciences. CRC Press.
Rauf A, Haeria, Anas DD. 2016. Efek imunostimulan fraksi daun katuk (Sauropus androgynus
L. Merr.) terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag pada mencit jantan (Mus musculus). Jurnal FIK UINAM. 4(1): 10-15.
Siswanto, Budisetyawati, Ernawati F. 2013. Peran beberapa zat gizi mikro dalam sistem
imunitas. Jurnal Gizi Indon. 36(1): 57-64.
Widyastuti, Kusuma EA, Nurlaili, Sukmawati F. 2016. Aktivitas antioksidan dan tabir surya
ekstrak etanol daun stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duchesne). Jurnal Sains Farmasi
dan Klinis. 3(1): 19-24.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *