[BOBBA PADA BUBBLE TEA BERBAHAYA BAGI EMPEDU. FAKTA ATAU HOAX YA?]

Akhir-akhir ini beredar sebuah video pada media sosial seperti facebook dan instagram mengenai seorang petugas medis yang terlihat sedang menunjukan sebuah kantong empedu seseorang, kemudian ketika kantong empedu tersebut dibuka, banyak butiran hitam yang keluar dari kantong empedu tersebut yang diklaim sebagai bobba yang biasanya terdapat dalam bubble tea. Benarkah hal tersebut dapat terjadi?
Berita yang sudah tersebar luas tersebut mendapat beberapa tanggapan dari para pakar yang mengerti mengenai hal ini. Faktanya bobba dalam bubble tea terbuat dari tepung tapioka yang seharusnya mudah dicerna dan tidak akan mengendap pada kantung empedu. Beberapa saat setelah berita itu viral, terdapat klarifikasi dari petugas medis terkait dengan video tersebut. Petugas medis tersebut meluruskan kabar yang sudah tersebar luas ini dengan mengatakan bahwa butiran hitam yang tampak dalam video tersebut bukanlah bobba, melainkan batu empedu akibat dari kolesetrol yang tinggi. Oleh karena itu, berita yang sudah tersebar luas tidak terbukti kebenarannya. Kita selaku generasi milenials harus pintar memilih dan mencari tahu sumber yang akurat terlebih dahulu sebelum mencerna suatu berita yang beredar.
Bubble tea kini menjadi minuman yang sangat digemari oleh berbagai kalangan, terutama pada kalangan remaja. Ciri khas bubble tea terletak pada puding tapioka yang dibentuk menjadi bola-bola kecil. Namun, sebelum mengonsumsi bubble tea ini kita harus mengetahui kandungan zat gizi yang terdapat didalamnya, Kandungan zat gizi bubble tea berdasarkan studi Min et. al (2017) menyatakan bahawa minuman bubble tea tinggi akan kandungan kalori dan gula, sehingga minuman ini tidak dianjurkan bagi orang yang gemuk.
Kesimpulannya, mengonsumsi bobba tidak menyebabkan pengendapan pada kantung empedu, tetapi untuk menjaga kesehatan akibat kandungan kalori dan gula yang tinggi pada bubble tea, minuman ini hanya boleh dikonsumsi selama masih dalam batasan yang wajar. Oleh karena itu, yuk hindari makanan dan minuman yang mengandung kadar glukosa yang tinggi! Karena kesehatan berawal dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. You are what you eat!
Sumber :
Min JE, Green DB, Kim L. 2017. Calories and sugars in boba milk tea : implication for obesity risk in asian pacific islanders. Food Science and Nutrition. 5(1) : 38-45.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *