Kabinet Milik Kita

SEBERAPA BANYAK SEHARUSNYA KITA MENGONSUMSI KOPI PERHARI?

pesgiz 10
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Saat ini kopi dianggap sebagai makanan fungsional terutama karena kandungan tinggi senyawa yang mengandung antioksidan dan sifat biologis yang bermanfaat lainnya (Dahlia 2010). Kebiasaan minum kopi pada masyarakat Indonesia sudah dilakukan secara turun temurun. Tradisi minum kopi tidak hanya sekedar untuk melepas dahaga, tetapi juga untuk menemani aktivitas kehidupan masyarakat seperti rapat, pertemuan bisnis, reuni, kencan, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat tren peminum kopi terus meningkat tajam dan secara tidak disadari, tradisi minum kopi ini telah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun pernahkah kita berpikir apa dampak dari mengonsumsi kopi? Berapa batasan konsumsi kopi dalam sehari yang aman bagi kesehatan?

Selama ini kita sering mendengar banyak informasi yang seolah saling bersebrangan mengenai konsumsi kopi. Ada yang mengatakan kopi baik untuk kesehatan dan menganjurkan minum kopi 3 gelas sehari. Sementara sebagian lagi ada yang mengatakan kopi dapat memicu berbagai penyakit dan membatasi konsumsinya. Menurut penelitian, minum kopi sebenarnya baik untuk kesehatan asalkan bsila dikonsumsi tidak secara berlebihan. Bila diminum dalam dosis yang wajar, sebenarnya kopi justru baik untuk kesehatan. Setidaknya dosis kafein sebanyak 300 mg sehari atau setara dengan tiga cangkir kopi sehari masih diperbolehkan. Sebagai catatan, 1 cangkir kopi rata-rata mengandung 100 mg kafein. Akan tetapi, dosis 3 cangkir sehari masih merupakan perkiraan kasar dan bisa dianggap sudah berlebihan karena bisa saja dalam satu hari seseorang sudah mengkonsumsi kafein selain dari kopi. Perlu diingat bahwa reaksi tiap orang terhadap kafein tidaklah sama dan dosis yang berlebihan dapat berbahaya bagi yang mengonsumsi (Sofiana 2011).

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi memiliki kadar asam urat yang rendah. Hal tersebut dikarenakan kopi mengandung senyawa polifenol yang merupakan antioksidan sekitar 200-550 mg percangkir kopi. Bila tubuh mengkonsumsi kopi dengan kandungan senyawa polifenol, maka tubuh akan mendapatkan antioksidan tersebut dengan tetap mempertimbangkan proses pengolahan dan penyajian kopi. Kandungan kopi (polifenol) yang telah teridentifikasi sebagai antioksidan adalah chlorogenic acid yaitu senyawa yang terbentuk selama roasting. Chlorogenic acid berperan menghambat aktivitas xanthin oxidase sehingga kadar asam urat menurun. Polifenol (chlorogenic acid) juga bersifat diuretik, sehingga asam urat akan larut dan terbuang bersama urin (Welkriana et al. 2017).

Dapat disimpulkan bahwa kopi memiliki manfaat kesehatan seperti menurunkan kadar asam urat karena mengandung polifenol. Manfaat dari kopi bisa dirasakan apabila dikonsumsi dalam dosis yang wajar. Dalam sehari, dianjurkan untuk mengonsumsi kopi tidak lebih dari tiga cangkir. Konsumsi kopi yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan, seperti kecanduan, menimbulkan stress, bahaya hipertensi, mengurangi kesuburan wanita, risiko kanker mulut, dan risiko penyakit lambung. Menurut beberapa penelitian, kafein yang terkandung dalam kopi dapat menyebabkan kecanduan. Ketika kafein dikonsumsi secara teratur dan dengan cepat dihentikan, sebagian dari kita akan mengalami gejala tak nyaman yang berlangsung selama satu sampai beberapa hari. Meski demikian efek kecanduan ini masih dapat dihindari jika konsumsi kafein dikurangi perlahan-lahan. (Sofiana 2011).

Dahlia M. 2010. Pengaruh minum kopi terhadap penyakit diabetes dan gout pada pria di kota semarang. Jurnal Kesehatan Universitas Islam Indonesia. 2(1) : 12 – 14.
Sofiana N. 2011. 1001 Fakta Tentang Kopi. Yogyakarta (ID) : Cahaya Atma.
Welkriana PW, Halimah, Putra AR. 2017. Pengaruh frekuensi minum kopi terhadap kadar asam urat darah. Jurnal Pendidikan Biologi. 8(1) : 83 – 85.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *