Kabinet 4.0

BUAH BIT MENCEGAH ANEMIA, BENAR ATAU TIDAK?

Anemia merupakan istilah kesehatan yang kerap kali digunakan oleh masyarakat umum. Istilah ini sering dikaitkan dengan kondisi darah rendah. Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan anemia? Menurut Bakta (2011), anemia merupakan penurunan jumlah massa sel darah merah (eritrosit) sehingga fungsinya sebagai pengangkut oksigen ke jaringan tubuh tidak terlaksana secara maksimal. Seseorang dikategorikan mengalami anemia ketika memiliki kadar hemoglobin di bawah 13 g/dL (pria) dan di bawah 11 g/dL (wanita) (WHO 2001). Lemah, letih, lesu, lunglai dan lelah atau yang dikenal dengan istilah 5L merupakan gejala dari anemia yang umum diketahui oleh masyarakat luas. Tingkat kejadian anemia di Indonesia cukup tinggi, salah satunya pada ibu hamil. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan bahwa tingkat kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 37.1%. Tingginya kejadian anemia memicu berkembangnya industri-industri yang memproduksi suplemen untuk mencegah dan/atau mengobati anemia. Tahukan Anda bahwa bahan-bahan alami juga tidak kalah efektif dengan suplemen dalam mengatasi anemia?

Salah satu bahan pangan alami yang dapat mengatasi anemia adalah buah bit. Buah bit (Beta vulgaris) merupakan salah satu tanaman yang banyak terdapat di wilayah Amerika Utara dan juga Inggris (Suryand dan Happinasari 2015). Buah bit ini tergolong sebagai pangan fungsional, karena memiliki dampak baik bagi kesehatan ketika dikonsumsi. Bahan pangan ini sering digunakan sebagai pewarna alami dalam berbagai jenis pangan olahan akibat warna ungu atau keunguan yang sangat unik dari buah bit ini (Suryandari dan Happinasari 2015). Selain sebagai pewarna, buat bit juga dapat dikonsumsi secara mentah maupun diolah menjadi minuman seperti sari atau jus. Beberapa manfaat dari jus buah bit ialah menurunkan tenakanan darah, meningkatkan jumlah oksigen, meningkatkan stamina, mencegah kelainan saat lahir dan mengatasi permasalahan menstruasi (Priya et al. 2013).

Manfaat yang sangat terkenal dari buah bit ini ialah mengatasi anemia, atau bahkan dikenal sebagai anti-anemia. Sebuah penelitian dilakukan pada remaja wanita di India yang menderita anemia, baik tingkat ringan, sedang maupun berat (Priya et al. 2013). Remaja tersebut diberikan 1 gelas jus buah bit selama 20 hari pada pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin remaja tersebut meningkat secara signifikan. Efek ini disebabkan oleh kandungan zat gizi yang kaya dalam buah bit, seperti asam folat dan vitamin C. Kandungan asam folat dalam bahan pangan ini dapat mencegah terjadinya kekurangan asam folat, karena kekurangan asam folat dapat menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik. Selain itu, kandungan vitamin C atau asam askorbat di dalam buah bit ini dapat membantu penyerapan zat besi (Fe) dalam tubuh. Buah bit ini juga mengandung zat besi yang relatif cukup sehingga dapat mengatasi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi (Putri dan Tjiptaningrum 2016).

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, ternyata bahan pangan alami tidak kalah efektif untuk mengatasi anemia dibandingkan dengan suplemen-suplemen yang banyak dipasarkan di masyarakat luas. Salah satu bahan pangan yang mampu mengatasi anemia ialah buah bit. Selain sebagai pewarna, buah bit juga memiliki dampak baik bagi kesehatan ketika dikonsumsi oleh manusia. Buah bit yang kaya akan asam folat dan vitamin C, serta mengandung zat besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin tubuh pada penderita anemia. Buah bit ini dapat dikonsumsi secara mentah, atau diolah menjadi jus dan sari buah bit.

Daftar Pustaka
Bakta I. 2011. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta (ID): Interna Publishing

WHO. 2001. Iron Deficiency Anemia: Assesment, Prevention and Control, A Guide for Programme Managers. Geneva(): World Health Organization.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta (ID): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Suryandari AE, Happinasari O. 2015. Perbandingan kenaikan kadar Hb pada ibu hamil yang diberi Fe dengan Fe dan buah bit di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Jurnal Kebidanan. 7(1): 36-47

Priya NG, Malarvizhi M, Jothi AJ. 2013. Beet root juice on haemoglobin among adolescent girls. IOSR Journal of Nursing and Health Science. 2(1): 9-13.

Putri MC, Tjiptaningrum A. 2016. Efek antianemia buah bit (Beta vulgaris L.). Majority. 5(4): 96-100.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *