Kabinet Milik Kita

DIET PROBIOTIK DAN PREBIOTIK UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN, BENAR ATAU TIDAK?

1526301929772

Istilah diet atau menurunkan berat badan kini banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama kalangan remaja. Berat badan ideal menjadi salah satu hal yang ingin dicapai, bukan hanya untuk tujuan kesehatan, tetapi juga menjaga image di hadapan lawan jenis. Berbagai jenis diet berkembang di masyarakat. Ada yang mengimingi penurunan berat badan secara instan, ada pula yang menjanjikan penurunan secara sehat dan bertahap. Salah satu diet yang mulai dikenal di masyarakat adalah diet prebiotik dan probiotik. Apakah diet prebiotik dan probitotik itu?

Probiotik adalah bakteri-bakteri yang ada di saluran pencernaan (gut health-promoting bacteria), sedangkan prebiotik adalah suatu senyawa dalam bahan pangan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas dari bakteri-bakteri tersebut (Hume et al. 2017). Diet prebiotik dan probiotik merupakan jenis diet dengan menambahkan bakteri-bakteri probiotik atau senyawa-senyawa prebiotik ke dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi. Terdapat berbagai jenis bakteri probiotik, seperti Lb. acidophilus, Lb. delbrueckii ssp. bulgaricus, Lc. lactis ssp. Cremoris, Lc. lactis ssp. Lactis, Str. thermophilus dan Lb. Acidophilus (Rizqiati et al. 2015). Bakteri-bakteri tersebut biasanya ada di dalam makanan atau minuman hasil fermentasi, seperti yogurt dan tempe atau makanan yang sengaja ditambahkan bakteri probiotik (makanan fortifikasi probiotik). Senyawa-senyawa yang menstimulasi bakteri probiotik biasanya dalam bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh manusia, seperti inulin, mannanoligosaccharide (MOS), galacto-oligosaccharide (GOS), dan fructo-oligosaccharide (FOS) (Burr et al. 2008).

Menurut Hume et al. (2017), prebiotik dan probiotik dapat memperbaiki kontrol nafsu makan. Peningkatan kontrol nafsu makan ini melibatkan hormon-hormon dalam pengaturan rasa lapar dan rasa kenyang. Konsumsi prebiotik dalam bentuk oligofructose-enriched inulin dapat mempercepat rasa kenyang dan menurunkan asupan makanan pada anak-anak obesitas. Asupan energi pada kelompok anak yang diberikan intervensi prebiotik ini menurun hingga 113 kkal, sedangkan pada kelompok anak yang tidak diberikan intervensi prebiotik meningkan sebesar 137 kkal.

Konsumsi probiotik dan prebiotik yang terlalu banyak juga dapat memberikan dampak negatif. Salah satu pakar gizi, dr. Zach Bush, yang berasal dari Biomic Sciences LLCmenyebutkan jika kita terlalu banyak mengkonsumsi probiotik dan prebiotik dalam jangka panjang, maka kita akan mudah mengalami masalah berupa perut kembung, mual-mual, hingga diare. Proses pencernaan secara keseluruhan pun akan terganggu. Araujo et al. (2010) mengatakan bahwa jumlah minimal konsumsi probiotik yang dapat memberikan dapat kesehatan adalah sebesar 106 koloni bakteri (CFU), sedangkan konsumsi yang melebihi 1010 CFU dapat menyebabkan diare. Diet probiotik dan prebiotik ini cukup baik dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, namun harus disertai dengan pola makan seimbang dan memperhatikan jumlah probiotik dan prebiotik yang dikonsumsi.

Daftar Pustaka
Araujo JMD, Azeredo GAD, Stamford TLM, Souza ELD, Veras FF, Almeida ERD. 2010. In vivo assessment of possible probiotic properties of Zymomonas mobilis in a Wistar rat model. Electronic Journal of Biotechnology. 13 (2): 3-4.

Burr G, Hume M, Neill WH, Gatlin DM. 2008. Effects of prebiotics on nutrient digestibility of a soybean-meal-based diet by red drum Sciaenops ocellatus (Linnaeus). Aquaculture Research. 39: 1680-1686.

Hume MP, Nicolucci AC, Reimer RA. 2017. Prebiotic supplementation improves appetite control in children with overweight and obesity: a randomized controlled trial. American Journal of Clinical Nutrition. 105 (4): 790-799.

Rizqiati H, Sumantri C, Noor RR, Damayanthi E, Rianti EI. 2015. Characteristics of indigenous probiotic from river buffalo milk in North Sumatera Indonesia. International Journal of Sciences. 22 (2): 113-120.

Widiyaningsih EN. 2011. Peran probiotik untuk kesehatan. Jurnal Kesehatan. 4 (1): 14-20.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *