Kabinet Milik Kita

APAKAH ITU FRENCH PARADOX?

pesan gizi5
Pernahkah Anda mendengar istilah French paradox? French paradox merupakan suatu istilah yang diciptakan dari suatu pengamatan bahwa beberapa orang di negara Prancis mengalami insiden penyakit jantung koroner (PJK) yang relatif rendah, walaupun asupan makanan masyarakat di wilayah tersebut tergolong banyak mengandung asam lemak jenuh. Fenomena ini pertama kali dirumuskan oleh ahli epidemiologi Prancis pada tahun 1980an (Ferrie`res 2004). Konsumsi makanan berlemak orang Perancis pada tahun 2003 menurut FAO tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara lain yaitu sekitar 168 gram per kapita per hari. Namun, menurut organisasi kesehatan dunia pada tahun 2002, tingkat kematian untuk penyakit jantung koroner (PJK) di Prancis dua sampai tiga kali lipat lebih rendah daripada di Amerika Serikat, Inggris, dan Swedia (Lippi et al. 2010). Apakah Anda pernah mendengar bahwa mengonsumsi anggur dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner?

Data yang dikumpulkan untuk mendukung hipotesis diatas menunjukkan bahka mengonsumsi anggur merah secara moderat, yaitu dua sampai tiga kali sehari, memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung koroner. Konsumsi anggur merah akan meningkatkan konsentrasi kolesterol high density lipoprotein (HDL), yaitu salah satu bentuk lipoprotein yang berfungsi mengangkut kembali kelebihan kolesterol yang terdapat di jaringan tubuh untuk dibawa ke hati dan diubah kembali menjadi very low density lipoprotein (VLDL) atau secara umum sering juga disebut kolesterol baik (Ferrie`res 2004).

Selain itu, anggur merah mengandung banyak senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki peranan penting dalam dalam mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Salah satu polifenol yang paling banyak terdapat dalam anggur merah adalah resveratrol. Resveratrol banyak ditemukan pada kulit anggur. Resveratrol mampu berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah reaksi oksidasi. Dengan kapasitas antioksidannya, resveratrol dapat melindungi tubuh dari stres oksidatif dan menunda apoptosis atau kematian sel akibat reaksi oksidatif sel manusia (Jang dan Surh 2001).

Resveratrol dan polifenol mencegah saling menempelnya sel darah merah yang bisa memicu penyumbatan pembuluh darah. Kondisi itu yang membuat aliran darah lancar dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Fungsi lain resveratrol dari kulit anggur yaitu dapat menghambat berbagai isoform enzim siklooksigenase, yang berperan penting dalam gangguan inflamasi, termasuk aterosklerosis. Oleh karena itu, resveratrol dianggap sebagai antioksidan alami yang meningkatkan eflux kolesterol dan dapat menjadi pilihan non-farmakologis untuk mencegah perkembangan penyakit jantung koroner oleh masyarakat Prancis (Lippi et al. 2010).

Daftar Pustaka

Lippi G, Franchini M, Favaloro EJ, Targher G. 2010. Moderate red wine consumption and cardiovascular disease risk: beyond the ‘‘French Paradox’’. Seminars in Thrombosis and Hemostasis. 36(1): 59-70
Ferrie`res J. 2004. The french paradox: lessons for other countries. Heart. 90(1): 107-111.
Jang JH, Surh YJ. 2001. Protective effects of resveratrol on hydrogen peroxide induced apoptosis in rat pheochromocytoma (PC12) cells. Mutation Research/Genetic Toxicology and Environmental Mutagenesis. 496(1-2): 181–190.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *