Kabinet Milik Kita

Makan Karbohidrat Penyebab Karies?

1523677400386

Gigi merupakan bagian dari sistem pencernaan yang digunakan untuk mengunyah makanan. Secara umum penyakit yang sering diderita oleh masyarakat berkaitan dengan kebersihan gigi dan mulut seperti karies gigi. Karies gigi terjadi karena pengikisan bagian enamel hingga dentin gigi yang erat hubungannya mengonsumsi makanan kariogenik (Ami. 2005). Jika karies gigi tidak disertai perawatan dalam kurun waktu tertentu kemungkinan akan bertambah parah (Nurlaila AM et al.2005). Jadi makanan apa saja yang termasuk makanan kariogenik ?

Makanan kariogenik adalah makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, bersifat lengket, dan mudah hancur di dalam mulut (Talibo RS et al. 2016). Contoh makanan kariogenik adalah roti, coklat, permen, donat, es krim, atau makanan lainnya. Ketika makanan yang dikunyah dan tersisa serta melekat didalam mulut maka akan di urai oleh bakteri sehingga membentuk polisakarida pada gigi (Brown JP et al. 2008). Jika makanan kariogenik dikonsumsi secara rutin maka akan menyebabkan pH gigi berada dibawah batas normal dan terjadinya karies gigi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2007 menyatakan angka kejadian karies gigi pada anak mengalami peningkatan sekitar 60-90% sedangkan berdasarkan data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) tahun 2010 bahwa sedikitnya 89% penderita karies adalah anak-anak atau usia sekolah. Penderita karies pada anak-anak lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan kerusakan gigi orang dewasa, karena usia anak-anak biasanya menyukai jajanan berupa makanan dan minuman yang sesuai keinginannya (Worotidjan I et al. 2013).

Orang dewasa yang memiliki kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik dapat dipengaruhi dari tingkat pengetahuan yang rendah dan akan berdampak terjadinya karies gigi. Berdasarkan penelitian Roger (1974) dalam Notoatmodjo et al (2005) menyatakan bahwa pengetahuan yang seimbang jika tidak diimbangi oleh sikap dan praktik yang berkesinambungan tidak akan mempunyai makna yang berarti dalam kehidupan. Menurut Tarigan R (2013), terdapat faktor lain penyebab karies gigi di antaranya keturunan, ras, jenis kelamin, usia, vitamin, air ludah, mikroorganisme dalam mulut, serta plak.

Kesimpulannya, terjadinya karies gigi dapat terjadi pada semua kalangan umur terutama bagi usia anak-anak yang berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan usia dewasa. Tetapi, hal ini usia dewasa dapat mengalami karies gigi dikarenakan kurangnya menjaga kebersihan mulut, dan mengonsumsi makanan yang bersifat kariogenik. Hal dapat dicegah dengan menyikat gigi tiga kali sehari sesudah makan dan sebelum tidur. Menyikat gigi dapat mempercepat meningkatkan pH gigi menjadi normal sehingga dapat mencegah proses pembentukan karies (Suwelo 1991). Selain itu dapat mengonsumsi zat gizi seperti protein dan fosfat yang dapat meningkatkan sifat basa pada air ludah, mengonsumsi buah dan sayur.

Daftar Pustaka
Ami A. 2005. Pencegahan Primer Pada Anak Yang Berisiko Karies Tinggi. Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Pedodonsia Universitas Sumatera Utara [Skripsi]. Medan (ID): USU.
Brown JP , Dodds MWJ. 2008, Dental Caries and Associated Risk Factors. In : Cappelli DP and Mobley CC. Preventionand Clinical Oral Health Care. Missuori (USA): MosbyElsevier.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta (ID): Rineka Cipta.
Nurlaila AM, Djoharnas H, Darwita RR. 2005. Hubungan antara status gizi dengan karies gigi pada murid- murid sekolah dasar Kecamatan Karangantu. Indonesia Jurnal of Dentistry. 12(1): 5– 9.
[PDGI]. Persatuan Dokter Gigi Indonesia. 2010. Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2010. HYPERLINK “http://www.pdgi.or.id/news/detail/bulankesehatan-” http://www.pdgi.or.id/news/detail/bulankesehatan- gigi-nasional-2010. Diakses pada tanggal 19 januari 2018.
[SIGN]. Scottish Intercollegiate Guidelines Network. 2000. Preventing dental caries in children at high caries risk; targeted prevention of dental caries in the permanent teeth of 6–16 years olds presenting for dental care. Edinburgh (UK): SIGN Publication.
Suwelo IS. 1991. Petunjuk praktis sistem merawat gigi anak di klinik, diagnosis dan rencana perawatan Cetakan II. Jakarta (ID): EGC.
Talibo RS, Mulyadi, Bataha Y. 2016. Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Kelas III SDN 1 & 2 Sonuo. e-Journal Keperawatan (e-KP). 4(1)1: 1-8.
Tarigan R. 2013. Karies gigi Edisi 2. Jakarta (ID): EGC.
[WHO]. World Health Organization 2007. WHO Oral Health Country / Area Profil Programme, http://www.whocollab.od.mah.se/index.htm. Diakses pada tanggal 19 Januari 2018.
Worotidjan I, Mintjelungan CN, Gunawan P. 2013. Pengalaman Karies Gigi Serta Pola Makan dan Minum Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara. Jurnal e-GiGi (eG). 1(1): 59-68.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *