Kabinet Milik Kita

Benarkah Teh Hijau Dapat Menurunkan Berat Badan?

IMG-20180317-WA0001
Teh hijau adalah teh yang terbuat dari daun tanaman teh (Camelia sinensis) yang berasal dari China dan Jepang. Teh hijau juga merupakan minuman popular di wilayah Asia termasuk di Indonesia. Belakangan ini, teh hijau menjadi sangat digemari masyarakat khususnya remaja dan orang dewasa. Ternyata, selain memiliki rasa yang enak dan menarik, teh hijau juga memiliki segudang manfaat yang baik bagi kesehatan. Hal itu diperkuat dengan adanya penelitian terbaru yang menyatakan bahwa teh hijau berperan sebagai pencegahan risiko penyakit kardiovaskular (Cabrera et.al. 2006). Bahkan, Teh hijau dipercaya dapat menurunkan berat badan. Benarkah demikian?

Sebenarnya, teh hijau berasal dari pohon teh biasa, namun teh hijau diproses dengan cara khusus. Setelah dipetik, daun teh akan mengalami pengasapan. Proses ini akan mengeringkan daun teh, namun tidak sampai mengubah warna daun. Kondisi inilah yang menyebabkan air seduhan daun teh tetap terlihat berwarna hijau muda. Proses ini kemudian terbukti dapat mempertahankan berbagai kandungan nutrisi, antara lain zat antioksidan polifenol pada daun teh yang lebih besar dibandingkan teh hitam maupun teh merah (Harmanto 2007).

Khasiat utama teh hijau dapat menurunkan berat badan terletak pada komponen yang ada didalamnya, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG yaitu antioksidan yang dapat menstimulasi metabolisme tubuh kita. Kita dapat membakar lemak hanya dengan duduk dan minum teh. Jadi, dengan minum teh dapat meningkatkan gelombang otak neurotransmitter dan metabolisme tubuh yang dapat meningkatkan energi dan menurunkan nafsu atau selera makan. EGCG dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan oksidasi lemak yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan berat badan (Murase et al. 2009). Kandungan Polifenol pada teh hijau diketahui mampu meningkatkan cholecystokin yaitu hormon yang dapat menurunkan asupan makanan dan menekan nafsu makan (Liao et al. 2001).

Teh hijau dapat membantu mempercepat proses metabolisme untuk mengurangi lemak tubuh yang berakibat pada menurunnya berat badan dengan bantuan polyphenol yang termasuk dalam senyawa antioksidan. Senyawa dari teh hijau yaitu kombinasi caffein dan catechin, substansi tersebut bisa mempercepat metabolisme selama dua jam. Catechins akan memicu penurunan berat badan dengan cara membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh. Studi riset membuktikan bahwa setelah minum teh hijau dua kali sehari, dapat membakar 50 kalori ekstra per hari. Menurut Nagao et. al. (2005), berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa EGCG pada teh hijau dapat mengurangi berat badan, lingkar perut, dan persentase lemak tubuh tanpa mengurangi atau mengganti pola makan dan aktivitas fisiknya.

Beberapa studi penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menurunkan kolesterol darah dan tekanan darah serta memberikan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Hal ini disebabkan oleh kandungan catechins teh hijau dan galat ester dalam teh hijau yang dapat menurunkan absorpsi kolesterol dalam usus. Catehins pada daun teh hijau juga menghambat oksidasi LDL (Craig 2001). Menurut Kajimoto et al. (2005), katekin teh hijau mempunyai pengaruh dalam penurunan lemak tubuh dan dinilai aman bagi kesehatan pria dan wanita dewasa untuk asupan jangka panjang. Idealnya, setiap orang mengkonsumsi minimal 125 mg katekin per hari yang diperoleh dari 5 gram teh hijau.

Kesimpulannya, kandungan katekin dalam teh hijau berupa epigallocatechin gallate (EGCG) dapat menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan oksidasi lemak yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan berat badan. Antioksidan ini juga dapat mencegah dari radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti jantung koroner, kanker dan lainnya (Ukra dan Sharyn 2008). Namun patut diingat, teh hijau bukanlah cara pintas untuk menurunkan berat badan. Konsumsi teh hijau harus diimbangi dengan pola diet dan olahraga yang tepat. Saat ini anda sudah tahu peranan konsumsi teh hjau dalam menurunkan berat badan, sekarang giliran anda untuk memanfaatkannya.

Daftar Pustaka

Cabrera, Artacho R, and Gimenez R. 2006. “Beneficial Effects of Green Tea – A Review.” Journal of teh American College of Nutrition. 25 (2):79- 99.
Craig, WJ. 2001. Herbal Remedies that Promote Health and Prevent Disease. Di dalam : RR Watson, editor. Vegetables, Fruits, and Herbs in Health Promotion. New York : CRC Press.
Harmanto. 2007. Herbal Untuk Keluarga. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo.
Kajimoto O et al. 2005. Tea Catechins with a Galloyl Moiety Reduce Body Weight and Fat. Journal of Health Science, 51:161-171.
Liao S, Kao YH, Dang MT, Song C, Fukuchi J, Kokontis JM, Hiipakka RA. 2001. Molecular basis for medicinal actions of androgens and teh hijau epigallocatechin gallate. Drug Discovery and Traditional Chinese Medicine. 89-96.
Murase T, Misawa K, Haramizu S, and Hase T. 2009. “Catechin – Induced Activation of Teh LKB1/AMP – Activated Protein Kinase Pathway. Journal Biochem Parmachol.78(1):78-84.
Nagao, Yumiko Komine, and Satoko Soga. 2005. “Ingestion of a Tea Rich in Catechins Leads to a Reduction in Body Fat and Malondialdehyde-modified LDL in Men. Teh Am Journal of Clinic Nutrition. Vol 81: 122-129.
Ukra and Sharyn K. 2008. Teh Ultimate Tea Diet. Harper Collins e-books (www.gigapedia.com). No.1:6.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *