Kabinet Integritas

TRAVELLER’S DIARRHEA

TRVLRzzz

Diare sering terjadi pada seseorang yang sedang berpergian ke negara lain. Hal tersebut dinamakan Traveller’s Diarrhea. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Yuk simak ulasan berikut ini.
Diare adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan peningkatan gerak peristaltis usus dan penurunan waktu transit feses pada saluran pencernaan. Sebagian besar para traveller sering mengalami Traveller’s Diarrhea (TD). Gejala TD meliputi diare, kram perut, bising usus meningkat, mual, dan muntah. Lantas, penyebabnya apa sih? Penyebabnya berasal dari makanan atau air minum yang terkontaminasi oleh bakteri/protozoa. Bakteri penyebab TD biasanya disebabkan oleh bakteri enterotoksin seperti E. coli, Campylobacter, Shigella, Salmonella, atau Yersinia. Selain itu, protozoa yang seringkali menyebabkan TD adalah Giardia (Escott-Stump 2012).
Makanan yang telah dimasak maupun masih mentah dapat menyebabkan media penyebab TD jika tidak ditangani dan diolah dengan baik. Makanan yang berisiko tinggi meliputi bahan pangan mentah, daging yang undercook, seafood, serta buah dan sayuran mentah. (Escott-Stump 2012). Air kran, es batu, dan susu yang tidak terpasteurisasi dapat meningkatkan risiko terkenanya TD. Bagaimana jika TD terjadi secara terus-menerus? Hal tersebut akan berbahaya karena dapat menyebabkan tubuh dehidrasi dan kekurangan zat gizi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan turgor kulit, membran mukosa yang kering, timbul rasa haus, hipotensi postural, dan menurunnya jumlah urin.
Banyak slogan yang mengatakan bahwa “Mencegah lebih baik daripada mengobati” atau “An ounce of prevention is worth than a pound of cure”. Hal tersebut sebaiknya diterapkan karena antisipasi terhadap penyakit akan melindungi kita dari penyakit itu sendiri. Menurut (Escott-Stump 2012), pencegahan terhadap TD dapat mengikuti petunjuk berikut ini:
1. Gunakan air minum kemasan yang aman dan bersih
2. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, dapat juga menggunakan antiseptik maupun hand wipes.
3. Hindari es pada minuman
4. Jangan makan sayuran mentah atau salad, buah-buahan mentah, atau produk susu yang tidak terpasteurisasi
5. Hindari berenang di sungai dan danau
6. Hanya gunakan makanan yang telah matang dan minuman botol/kemasan
7. Sikat gigi hanya dengan menggunakan air kemasan
8. Berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang memiliki kemungkinan dicuci dengan air yang terkontaminasi atau kemungkinan disiapkan dengan air yang belum dipanaskan seperti jelly, maupun es yang kemungkinan dibuat dengan air yang terkontaminasi.

Jika terjadi gejala TD, penanganan medis perlu dilakukan. Pengobatan dengan rifaximin (Xifaxan) dapat meredakan TD dari E. coli. Nah, apabila terjadi dehidrasi dapat diberikan cairan oralit untuk menyeimbangkan elektrolit tubuh. Oleh sebab itu, para traveller harus menjaga sanitasi dan kebersihan dirinya, serta makanan dan minuman yang dikonsumsinya.

Sumber :
Escott-Stump S. 2012. Nutrition and Diagnosis-Related Care Seventh Edition. Baltimore (US): Lippincott Wolliams and Willkins.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *