Kabinet Integritas

Kenali Penyebab Penyakit Tifus

poster thypusss

PENYAKIT THYPUS

Demam tifoid atau Thypus abdominalis adalah penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini sangat berkaitan dengan kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan, misalnya kebersihan makanan, lingkungan yang kumuh, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Berdasarkan data WHO (World Health Organisation) diperkirakan angka insidensi di seluruh dunia terdapat sekitar 17 juta per tahun dengan 600.000 orang meninggal karena demam tifoid dan 70% kematiannya terjadi di Asia. Mahasiswa seringkali menjadi kalangan yang mudah terkena penyakit ini. Dikarenakan aktivitas yang padat dan kurangnya perhatian terhadap lingkungan, seperti makanan yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab terkena penyakit ini. Lantas bagaimana sebenarnya penyebaran bakteri Salmonella typhi ini hingga dapat menyebabkan demam tifoid ?

Penyakit Thypus abdominalis merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri Salmonella typhosa (food and water borne disease). Seseorang yang sering menderita penyakit tifus menandakan bahwa dia mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri ini. Salmonella thyposa sebagai suatu spesies, termasuk dalam kingdom Bakteria, Phylum Proteobakteria, Classis Gamma proteobakteria, Ordo Enterobakteriales, Familia Enterobakteriakceae, Genus Salmonella.
Salmonella thypi dapat ditularkan dengan cara 5F yaitu Food (makanan), Fingers (jari tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan Feses. Paling menojol yaitu lewat mulut manusia yang baru terinfeksi kemudian menuju lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi lolos masuk ke usus halus bagian distal (usus bisa terjadi iritasi) dan mengeluarkan endotoksin sehingga menyebabkan darah mengandung bakteri (bakterimia) primer, selanjutnya melalui aliran darah dan jaringan limpoid menuju limfa dan hati. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah, sehingga menimbulkan tukak berbentuk lonjong pada mukosa usus. Tukak dapat menyebabkan perdarahan dan perforasi usus. Gejala yang ditimbulkan yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak diperut, dan batuk. Pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu tubuh meningkat. Sifat demam adalah meningkat perlahan-lahan dan terutama pada sore hingga malam hari
Nah, setelah kita mengetahui penyebab dan cara penyebaran demam tifoid, lantas bagaimana cara pencegahannya ?
Pencegahan penyakit demam tifoid dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain membiasakan mencuci tangan sebelum makan. Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat melarutkan lemak dan minyak pada permukaan kulit serta menurunkan jumlah kuman yang ada di tangan. Selanjutnya mengonsumsi makanan yang benar-benar matang. Konsumsi makanan mentah, sayuran misalnya, dapat menyebabkan demam tifoid karena masih adanya bakteri Salmonella thypi yang mungkin berasal dari pupuk. Mencuci tangan setelah BAB juga sangat dianjurkan untuk mencegah penyakit ini.
Setelah mengetahui penyebab dan pencegahan demam tifoid, kita dapat mulai menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi maupun lingkungan.

Sumber : Seran ER, Palandeng H, Kallo VD. 2015. Hubungan personal hygiene dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja puskesmas Tumaratas. Ejournal Keperawatan (e-Kp). 3(2).
1

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *