Kabinet Integritas

APAKAH MAKAN MAKANAN MANIS ATAU GULA DAPAT MENYEBABKAN DIABETES?

1478176024960

Diabetes Mellitus merupakan suatu kelainan yang ditunjukkan dengan naiknya glukosa darah yang melebihi normal atau hyperglycemia. Keadaan tersebut berhubungan dengan hormon insulin yang bertugas untuk menurunkan glukosa darah dengan cara membuat sel dapat menerima glukosa sebagai bahan metabolisme. Berdasarkan patofisiologisnya, diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 tipe yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan diabetes mellitus tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh adanya autoimun sehingga sel β pankreas mengalami kerusakan dan tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan penyebab diabetes tipe 2 adalah adanya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah keadaan terproduksinya insulin dengan baik namun insulin tersebut tidak dapat membuat sel menyerap glukosa dan memanfaatkannya (Cnop et al. 2005).
Diabetes tipe 2 diasosiasikan dengan pola hidup yang tidak sehat. Salah satu faktor risiko dari diabetes mellitus tipe 2 adalah obesitas. Obesitas tersebut dapat terjadi karena intake kalori lebih besar dari kebutuhan tubuh untuk beraktifitas dan menjalankan fungsinya. Seluruh zat gizi makro yaitu karbohidrat, lemak, dan protein dapat menyumbang kalori bagi tubuh dan tidak terbatas pada karbohidrat saja (Sheard et al. 2004).
Makanan manis atau gula termasuk ke dalam golongan karbohidrat. Meskipun demikian, makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang berbeda bergantung kepada jenis bahan pangannya. Indeks glikemik merupakan ukuran perubahan glukosa darah setelah mengonsumsi suatu makanan. Mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi dapat menaikkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 1.37 kali lebih tinggi dibanding konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih rendah (Sheard et al. 2004; Wicaksono 2011).
Dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan manis tidak selalu dapat menyebabkan diabetes karena perlu ditinjau dari jumlah dan jenis makanannya. Konsumsi makanan manis atau gula dapat menyebabkan diabetes ketika jumlahnya berlebihan dan atau jenisnya makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, kita harus membatasi asupan gula kita. American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula sebanyak 100 hingga 150 kkal/ hari (Malik et al. 2010).

Cnop M, Welsh N, Jonas JC, Jorns A, Lenzen S, Eizirik DL. 2005. Mechanism of pancreatic β-cell death in type 1 and type 2 diabetes. Supplement. 54 (2): 97-107.
Malik VS, Popkin BM, Bray GA, Despres JP, Hu FB. Sugar-sweetened beverages, obesity, type 2 diabetes mellitus, and cardiovascular disease risk. Circulation. 121(11): 1356-1364.
Sheard NF, Clark NG, Miller JCB, Franz MJ, Sunyer FXP, Davis EM, Kulkarni K, Geil P. 2004. Dietary carbohydrate (amount and type) in the prevention and management of diabetes. Diabetes Care. 27(9):2266-2271.
Wicaksono RP. 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 [skripsi]. Semarang (ID): Universitas Diponegoro.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *