Kabinet Integritas

Benarkah pasta gigi yang tidak sesuai dapat menyebabkan sariawan ?

1463466936553
Stomatitis atau sariawan merupakan gangguan di rongga mulut, berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan agak cekung (Susanto 2007). Sariawan terjadi bukan disebabkan oleh satu faktor saja tetapi multifaktorial. Umumnya sariawan muncul karena seseorang kurang mengonsumsi vitamin C atau oral higiene dari mulut dan giginya tidak di jaga dengan baik. Tetapi, sebenarnya apakah ada faktor lain yang dapat menyebabkan sariawan? Apakah penggunaan pasta gigi yang tidak sesuai bagi sebagian orang dapat menimbulkan sariawan?
Pasta gigi yang biasa digunakan sehari hari kebanyakan mengandung sodium lauryl sufate (SLS). SLS merupakan deterjen sintetik yang biasa digunakan dalam pasta gigi. Kandungan SLS yang ada di dalam pasta gigi memang efektif untuk mengangkat plak dalam mulut karena dapat melonggarkan perlekatan plak pada gigi sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Namun demikian SLS dapat menyebabkan rongga mulut menjadi lebih kering sehingga dapat meningkatkan resiko terkena sariawan karena rongga mulut yang kering akan lebih rentan terhadap iritasi (Skaare et.al., 1997). Pasta gigi yang ditemukan dipasaran umumnya mengandugn SLS antara 1-3% (Newbrun 1989). Bagi sebagian orang yang sering mengalami sariawan, penggunaan pasta gigi yang mengandung SLS dapat memperparah kondisi sariawan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Herlofson dan Barkvoll (1994) telah menunjukan bahwa seseorang yang sering mengalami sariawan bila menggunakan pasta gigi yang bebas SLS mengalami penurunan timbulnya sariawan sebanyak 70%, dan apabila kandungan SLS hanya 1.2% maka akan terjadi penurunan sebanyak 60%. Hal ini menunjukan bahwa kandungan SLS dalam pasta gigi pada sebagian orang dapat memperparah sariawan bila kadar yang digunakan berlebihan.
Perlu digaris bahawi bahwa hal ini hanya berlaku pada seseorang yang memang sering mengalami sariawan. Jika seseorang merasa sering mengalami sariawan padahal sudah merasa cukup dalam mengonsumsi buah dan sayurnya mungkin pasta gigi yang digunakan menggandung SLS berlebihan sehingga dapat menimbulkan sariawan. Namun sebaliknya, hal ini tidak berlaku pada sebagian besar orang yang jarang terkena sariawan.

Skaare A B, Rolla G, Barkvoll P. 1997. The influence of triclosan, zinc or propylene glycol on oral mucosa exposed to sodium lauryl sulphate. Eur J Oral Sci105: 527–533.
Newbrun E. 1989. Dentifrices. In: Newbrun A, ed. Cariology. Chicago: Quintessence. 274–290.
Herlofson B.B dan Barkvoll P. 1994. Sodium Lauryl Sulfate and Recurrent Aphthous Ulcers A Preliminary Study. Oslo,Norway: Dental Faculty, University of Oslo
Susanto A. 2007. Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: PT Sunda Kelapa Pustaka

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *