Kabinet Integritas

Junk Food

1456639056481[1]
1. Junk food

Secara umum, junk food adalah makanan yang mengandung energi yang besar namun memiliki nilai gizi yang rendah. Contohnya adalah ice cream, soda, choco-chips dan nuggets. Masalah yang timbul karena junk food adalah, bahwa konsumsi junk food yang miskin zat gizi mikro dapat menggantikan konsumsi makanan lain yang lebih bergizi. Misalnya, pada saat seseorang memilih mengkonsumsi choco-chips sebagai menu selingan maka orang tersebut telah mengkesampingkan buah sebagai pilihan lain dari menu selingan. Contoh lainnya adalah saat seseorang berada di restoran, dan dia memesan soda sebagai minumannya, maka peluang orang tersebut untuk memesan makanan yang lebih bergizi (misal: jus buah) menjadi lebih kecil.
Sebuah penelitian pada rumah sakit anak di Boston, remaja berusia 13-17 tahun menunjukan bahwa seberapa besar pun ukuran junk food yang disajikan, mereka akan tetap menghabiskannya dan dari satu kali makan tersebut mereka telah memenuhi setengah dari kebutuhan kalori mereka dalam sehari. Hal tersebut menunjukan bahwa konsumsi junk food sangat berpotensi untuk menghasilkan obesitas atau peningkatan berat badan.
Beberapa tips agar dapat mengkonsumsi makanan yang lebih menyehatkan dibandingkan dengan junk food:
• Saat di restoran, pilihlah menu yang paling bergizi dan hindari minuman yang terlalu manis. Misalnya adalah paduan antara jus jeruk, pizza dengan topping sayuran, dan salad.
• Pilih produk yang rendah gula dan tinggi serat
• Batasi menonton televisi, karena iklan mengenai junk food sangat menarik dan marak di televisi.

2. Fast food

Menurut kamus Cambridge, fast food adalah makanan yang cepat matang atau sudah matang dan sangat cepat disajikan pada sebuah restoran atau tempat makan. Contoh fast food adalah ayam goreng, burger dan bento. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa junk food. Sebagian besar fast food tidak menyehatkan karena tinggi kalori dan rendah serat. Salah satu penelitian yang di publikasian pada Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menunjukan bahwa asupan kalori anak-anak lebih tinggi saat makan di fast food dibandingkan dengan di rumah. Apabila mengonsumsi fast food seharian makan anak-anak akan kelebihan 160 kalori dan remaja akan kelebihan 310 kalori dari kebutuhan harian mereka.
Seorang clinical nutrition manager di Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital, Stacey Nelson, mengatakan bahwa fast food adalah makanan yang tidak sehat dan tidak akan pernah menjadi makanan yang menyehatkan. Namun saat hanya ada makanan seperti itu yang tersedia, bua.tlah pilihan sebaik mungkin untuk mendekati kondisi yang ideal.
Berikut adalah tips dari Nelson:
• Jangan mengkonsumsi minuman tinggi kalori, sebaiknya konsumsi susu rendah/bebas lemak
• Apabila di restoran fast food, konsumsi pula makanan penutup berupa salad atau sayuran lainnya.
• Jangan memesan makanan dengan ukuran super besar
• Hindari makanan yang digoreng
• Gunakan kecap atau saus biasa dibandingkan dengan memesan “saus spesial”, misalnya: saus teriyaki.
• Selama dapat mengakses dan mengkonsumsi makanan yang sehat, hindari fast food.

Sumber:
Magee E. Junk Food Fact. [internet]. [diunduh: 2016 Februari 20]. Tersedia pada: http://www.webmd.com/diet/junk-food-facts
Godman H. Think Fast When Kids Want Fast Food. [internet]. [diunduh: 2016 Februari 20]. Tersedia pada: http://www.health.harvard.edu/blog/think-fast-when-kids-want-fast-food-201301315846
Currie J, DellaVigna S,Moretti E, Pathania V. The effect of fast food restaurants on obesity and weight gain. 2010. American Economic Journal: Economic Policy 2. Vol 2(3):32–63

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *