Kabinet Integritas

GIZI BUAH

Paradigma tentang hidup sehat telah berubah menjadi pemahaman bahwa untuk hidup sehat tubuh kita tidak saja memerlukan protein dan kalori, tetapi juga vitamin dan mineral yang kaya terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan. Pemahaman tersebut berkembang pada tahun 1990-an dalam pola konsumsi gizi seimbang.Berdasarkan hasil survei BPS (2009), konsumsi buah di Indonesia masih rendah, yaitu sebesar 60,4% masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi satu porsi buah atau bahkan kurang dalam satu hari. Padahal buah mengandung banyak vitamin serta mineral yang merupakan komponen gizi penting bagi tubuh setiap manusia. Selain itu, buah merupakan sumber serat (fibre) yang sangat berguna bagi pencernaan makanan dalam tubuh manusia(Parhati 2011).

Menurut Verst (1996), kurangnya konsumsi daging, ikan, dan vitamin C akan mengakibatkan terjadinya anemia pada ibu hamil. Menurut Bailey (2000), defisiensi asam folat pada awal kehamilan dapat berakibat terjadinya neural tube defect (NTD) pada janin dan menimbulkan anemia megaloblastik serta terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan janin (Scholl et al. 1996).Menurut Allen dan Gillepie(2001), pada masa kehamilan perlu pula diperhatikan kecukupan vitamin A. iodium dan zink. Defisiensi vitamin A dapat berakibat kebutaan. Defisiensi vitamin A pada akhir kehamilan mempunyai resiko 3 kali terkena infeksi saluran urine, diare dan disentri, problem makan, pre-eklampsia, dan eklampsia serta anemia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sriwahyuni et al. (2013), tentang hubungan antara frekuensi konsumsi buah dan sayur terhadap asupan vitamin pada ibu hamil menunjukkan bahwa responden yang sering mengkonsumsi buah dan sayur, memiliki asupan vitamin A dan vitamin C yang cukup dan responden jarang mengkonsumsi buah dan sayur yang memiliki asupan vitamin Adan vitamin C yang kurang. Tetapi pada responden yang sering mengkonsumsi buah dan sayur tidak ada yang memiliki asupan Vitamin B1 dan asam folat yang cukup, begitu juga responden yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur yang memiliki asupan vitamin B1 dan asam folat yang kurang pula.

Mengingat akan pentingnya asupan vitamin bagi tubuh, sudah seharusnya kita selalu memenuhi kebutuhan kita akan konsumsi buah dan sayur. Selain itu karena tidak ada buah yang mengandung seluruh vitamin secara lengkap secara mandiri, maka sebaiknya buah yang kita konsumsi beragam ya Nutrilicious.

DAFTAR PUSTAKA
Parhati R. 2011. Analisis Perilaku Pembelian dan Konsumsi Buah di Perdesaan dan Perkotaan. Departemen Ilmu Keluarga Dan Konsumen. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.
Bailey, L.B. 2000. New Standart for Dietary folate Intake in Pregnant Women. American Journal of Clinical Nutrition. Vol 71 (5), 1304s-1307s.
Scholl et al. 1996. Dietary and Serum Folate: Their influence on the outcome of Pregnancy. American Journal Of Clinical Nutrition. Vol 63. 520.
Allen, Gillespie. 2001. What works. A review of the efficacy and effectiveness of nutrition interventions. ACC/SCN Nutrion Policy Paper no. 19- ADB Nutrition and Development Series no.5.
Sriwahyuni, Indriasari R, Salam A. 2013. Pola konsumsi buah dan sayur serta asupan zat gizi mikro dan serat pada ibu hamil di kabupaten gowa 2013. Jurnal MKMI Universitas Hasanuddin Makassaar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *