Kabinet Integritas

Permudah Riset dengan Digital Tools (1)

Penelitian modern sekarang serba terkomputerisasi. Jadi sebenarnya agak aneh kalau alat-alat yang digunakan untuk membantu penelitian masih menggunakan media kuno buku dan kertas, terutama yang berfungsi untuk mengumpulkan dan mengolah data.

Namun sekedar menggunakan komputer mungkin sebenarnya masih bisa dikata jadul. Komputer seharusnya online, terkoneksi dengan internet yang menyediakan akses informasi sangat luas untuk penelitian. Selain itu, di internet telah tersedia berbagai alat (tool) online untuk membantu penelitian.

Seorang mahasiswa, peneliti atau insinyur, kemungkinan besar telah menguasai beberapa software komputer yang umum: PowerPoint, software word processing, dan spreadsheet. Namun ada beberapa tool digital, offline dan online, yang mungkin belum banyak dikenal, masing-masing dengan fungsinya yang umum maupun spesifik. Dalam penelitian ilmiah, sebagaimana di bidang-bidang lain, cukup penting untuk mengelola dan menggunakan tool yang relevan dan dikuasai dengan baik.

Mulai dari pengumpulan sitasi, rekomendasi pencarian, hingga social network khusus untuk para peneliti. Ada banyak alat yang bila digunakan secara optimal bisa sangat membantu proses penelitian.

Mengumpulkan bibliografi (daftar bacaan) dan tinjauan (review) literatur

Langkah pertama dalam proses penelitian adalah tinjauan literatur. Ini dapat dilakukan secara sistematis dengan memantau kata kunci di Google Alerts, atau dengan memanfaatkan feed RSS atau email alert lainnya dari direktori jurnal tertentu sesuai dengan bidang dan topik yang kita teliti. (catatan: “tinjauan literatur” (Inggris: literature review) yang dimaksud di sini berbeda dengan “kajian pustaka” (Inggris: literature study) yang dilakukan lebih mendalam, yaitu termasuk meneliti referensi yang disitasi pada jurnal atau buku teks).

(Gambar: contoh pencarian di sciencedirect.com)

Contohnya kita bisa memantau kata kunci spesifik “machine learning” dan “genetic algorithm” di direktori jurnal sciencedirect.com, ieeexplore.ieee.org dan scholar.google.com. Dengan menggunakan fitur saved search yang disediakan, biasanya kita bisa mengatur sistem pencarian direktori tersebut agar mengirimkan notifikasi melalui email atau sindikasi ke sistem RSS tertentu (untuk mengaktifkan fitur saved search atau search history kita harus register dan login ke dalam sistem direktori jurnal). Dengan setting seperti itu, kita tinggal memantau inbox email (contohnya Gmail, Yahoo! Mail, atau email institusi resmi) atau menunggu feed masuk ke RSS reader favorit kita (contohnya Feedly, Digg Reader, atau netvibes).


(Gambar: contoh penyimpanan hasil pencarian di ieeexplore.ieee.org)


(Gambar: contoh Google Alert di Google Scholar)

Kita bisa menyebut langkah ini “kurasi,” yaitu menyeleksi, membatasi lingkup pencarian untuk menghasilkan referensi bibliografi yang relevan dan berkualitas tinggi, secara spesifik menurut preferensi yang kita tentukan sendiri, untuk menyaring informasi masif yang tersedia. Jika penelitian dilakukan oleh tim (biasanya dengan satu atau dua pembimbing/supervisor dan beberapa asisten peneliti/research assistant), social networks juga bisa digunakan untuk meninjau literatur secara kolaboratif dan berbagi daftar bibliografi.

Selanjutnya, mengelola daftar bibliografi adalah pusat dari aktivitas penelitian. Pastinya seiring waktu daftar artikel ilmiah yang dibaca dan disitasi terus meningkat. Tool untuk manajemen daftar bibliografi bisa membantu kita untuk menangani daftar publikasi online dan offline di komputer lokal kita, disertai files yang terkait, biasanya dalam format PDF. Tool digital ini bisa menghasilkan footnote dan referensi bibliografi dengan berbagai format publikasi. Sebuah artikel di wikipedia.org mendaftar dan membandingkan sekitar 20 software manajemen referensi yang umum digunakan sekarang. Kebanyakan software manajemen referensi ini dapat mengekspor informasi dari publikasi langsung dari website jurnal ilmiah (Nature, Cell, PLoS…) dan database (Web of Science, Pubmed, ArXiv, Google Scholar, IEEE Xplore, CiteSeer, Science Direct, WorldCat).

Program yang sering digunakan mungkin EndNote, RefWorks, CiteULike, Papers untuk Macintosh dan JabRef (jabref.sourceforge.net), yang dapat mengelola referensi dalam format BibTex untuk sistem preparasi dokumen LaTeX. Untuk pengguna yang lebih general, kita juga bisa memanfaatkan fitur referensi, sitasi dan bibliografi di Microsoft Word.

Jabref yang dikembangkan dengan open source, dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Lisensi Papers dan EndNote sekitar 80 dan 300 dolar dan lisensi RefWorks sekitar 100 dolar per tahun. Penggunaan EndNote lebih luas, khususnya di fakultas kedokteran dan farmasi yang menghargai tingkat keamanan yang tinggi karena data penelitian pasien yang diolah cukup sensitif (EndNote adalah program offline).

Mendeley dan Zotero adalah dua tool lain yang banyak digunakan. Software ini diakses dan digunakan secara online. Keduanya juga menawarkan fungsionalitas sosial: berbagi bibliografi dan dokumen PDF, anotasi dokumen dan teks. Keduanya juga dapat menghasilkan bibiografi yang kompatibel dengan format referensi lain (EndNote, BibTex), dan juga kompatibel dengan program preparasi dokumen (Microsoft Word, OpenOffice, LibreOffice, LaTeX).

Untuk menemukan alternatif kedua tool ini, kita bisa cari di Google “related:www.zotero.org.” Ada sekitar 40 hingga 50 tool alternatif yang bisa kita coba.

From: kampusnews.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *