Kabinet Integritas

Mengunyah Lebih Lambat Saat Makan Bantu Pangkas Kalori

Meskipun menurunkan berat badan terlihat sebagai sebuah usaha yang rumit, rupanya ada cara lain untuk melakukannya agar lebih mudah. Ya, sebuah studi telah membuktikan bahwa mengunyah lebih lambat saat makan dapat membantu pangkas kalori.
“Salah satu alasan mengapa nafsu makan mereka menurun adalah karena makan lebih lambat memungkinkan orang untuk lebih peka dan benar-benar membedakan lapar serta kenyang,” ujar penulis studi tersebut, Meena Shah, yang sekaligus merupakan seorang profesor di departemen kinesiologi di Texas Christian University, Fort Worth.
Dilansir News Max Health, Senin (6/1/2014), Shah juga mengungkapkan bahwa mengunyah lambat tampaknya akan meningkatkan asupan air dan mempengaruhi proses biologis yang menentukan berapa banyak orang makan.
Untuk membuktikan teori ini, ia dan timnya melakukan studi terhadap dua kelompok kecil yang berisi 35 orang responden dengan berat badan normal dan 35 responden obesitas. Selama dua hari penelitian, mereka diminta untuk mengonsumsi makanan yang sama dalam dua kondisi, lambat dan cepat.
Dalam kondisi lambat, mereka menghabiskan makanan tersebut dalam jangka waktu sekitar 22 menit. Sementara dalam kondisi cepat, mereka terpaksa harus mengunyah lebih cepat dan makan dalam jangka waktu 9 menit saja.
Hasilnya, kelompok berat badan normal ditemukan mengonsumsi 88 kalori lebih rendah saat makan dalam kondisi lambat. Sementara kelompok obesitas dalam kondisi lambat tersebut mengonsumsi 58 kalori lebih rendah. Selain itu, dalam kondisi makan yang lebih santai dan lambat juga ditemukan bahwa asupan cairan kelompok berat badan normal meningkat hingga 27 persen. Sedangkan pada kelompok obesitas meningkat 33 persen.
Lona Sandon, asisten profesir gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, mengungkapkan bahwa memang ada teori dan penelitian yang mendukung bahwa asupan makanan akan lebih sedikit saat mengunyah lambat. Menurutnya hal tersebut adalah karena Anda memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati dan lebih sadar akan banyaknya makanan yang dimakan.
“Meskipun penelitian lain akan sangat dibutuhkan, tapi ini mungkin merupakan strategi yang lebih baik untuk mencegah kenaikan berat badan,” tegas Sandon.
Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

From: Detik Health

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *