Kabinet Integritas

RI di Posisi 66 Ketahanan Pangan Dunia

INILAH.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pada 2013, posisi Indonesia mengenai ketahanan pangan menempati urutan 66 dari 107 negara.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan, Haryono urutan tertinggi ketahanan pangan Amerika Serikat dan Republik Kongo terendah.

“Kita posisi 66 dunia untuk ketahanan pangan. Tapi secara ASEAN kita posisi 16. Posisi Indonesia lebih baik dari Myanmar dan Kamboja,” ujar Haryono pada “STRATEGI DAN RENCANA AKSI UNTUK KEMANDIRIAN PANGAN INDONESIA” di Jakarta, Sabtu (5/10/2013).

Untuk itu, menurut Haryono secara nasional telah disepakati ketahanan pangan merupakan goal yang ingin kita capai. Pencapaiannya dengan mengedepankkan prinsip kemandirian dan kedaulatan pangan.
Pemerintah Indonesia sudah mampu mengahsilkan swasembada pangan terutama beras. Pada 2013, padi dan jagung sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Walaupun hasil pertanian lain masih ada impor.

Memang Haryono mengakui ada beberapa tantangan ke depan untuk menuju kemandirian pangan selain beras dan jagung. Tantangannya adalah adanya alih fungsi lahan pertanian.

“Penguasaan per pertani sangat sempit. Sebagai gambaran, sekitar 53,58% dari petani tanaman pangan hanya menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar per rumah tangga petani,” ucap Haryono.

Tantangan lain, lanjut Haryono adanya pertumbuhan kelas menengah yang sangat pesat membutuhkan pangan yang beragam. Oleh karena itu produksi pertanian dapat memenuhi permintaan kelas menengah yang bars tumbuh.

“Minimal kita setiap tahun produksi 33 juta ton beras, 16juta ton jagung, 2,2 juta kedelai, 2,8 juta ton gula dan 484 ribu ton daging sapi,” ungkap Haryono.
Sumber: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2035749/ri-di-posisi-66-ketahanan-pangan-dunia#.UllUD9h5dxZ

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *