Kabinet Integritas

Menkes: Obesitas Pada Balita,Penyebab Kematian Utama di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta : Masalah gizi adalah hal yang sangat penting dan mendasar dari kehidupan manusia. Namun, ternyata bukan hanya masalah kekurangan gizi yang menjadi masalah di Indonesia tapi kelebihan gizi yang dinilai juga merupakan penyebab kematian utama Indonesia.

Seperti dicatat dari data Riskesdas, tahun 2010 prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih sebesar 17,9 persen dan stunting masih 35,6 persen.

Di samping itu, diperkirakan 14.2% balita di Indonesia mengalami gizi lebih dan kegemukan (obesitas). Bahkan, pada kelompok dewasa, prevalensi gizi lebih telah mencapai 21%.

“Kelebihan gizi merupakan risiko utama penyakit tidak menular (PTM) yang juga merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia”, ujar Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi seperti dikutip dari siaran Pers, Sabtu (2/3/2013).

Menurut Menkes, walaupun Indonesia sudah berhasil menurunkan angka gizi buruk, tapi masih butuh usaha ekstra untuk mencapai target MDG.

“Kita sudah berhasil menurunkan angka gizi buruk. Tetapi untuk menurunkan membutuhkan extra effort untuk mencapai target MDGs”, kata Menkes.

Seperti diketahui, kekurangan gizi di Indonesia selain dapat menimbulkan masalah kesehatan (morbiditas, mortalitas dan disabilitas), juga menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Bahkan, kekurangan gizi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa.

Untuk menanggulangi perbaikan gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, saat ini pemerintah bersama organisasi profesi dan organisasi masyarakat, sedang melakukan inisiatif baru dalam bentuk suatu gerakan yang difokuskan pada Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan atau Scaling Up Nutrition (SUN).

“Gerakan ini mengintegrasikan intervensi langsung dan intervensi tidak langsung yang diselenggarakan oleh berbagai sektor pembangunan,”tambah Nafsiah. (Fit-

Sumber: http://health.liputan6.com/read/525236/menkes-obesitas-pada-balitapenyebab-kematian-utama-di-indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *