Kabinet Integritas

Kanker Payudara

Di negara maju, kanker payudara merupakan penyakit yang paling banyak terjadi, sedangkan di Indonesia berada pada urutan kedua setelah kanker serviks uteri. Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berlipat ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Kanker ini lebih sering terjadi pada wanita berusia 40 tahun ke atas, lebih banyak menyerang pada payudara sebelah kiri dan bagian atas payudara (dekat lengan). Berdasarkan Wijayakusuma (2004) dalam bukunya, “Atasi Kanker dengan Tanaman Obat”, gejala-gejala kanker payudara adalah sebagai berikut: Adanya benjolan atau massa pada payudara (dapat diraba), perubahan simetri atau bentuk payudara dari sebelumnya, adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang susah sembuh, adanya cairan (darah atau nanah) yang keluar dari puting susu, perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan retraksi (puting susu tertarik ke dalam), serta adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara. Faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit kanker payudara adalah sebagai berikut: memiliki keluarga yang menderita kanker payudara; wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan, tidak menyusui; kehamilan pertama yang terjadi setelah berumur 35 tahun; siklus menstruasi yang panjang (mendapat haid pertama kurang dari 12 tahun dan menopaus lebih dari 50 tahun); pernah mendapat terapi hormon jangka panjang, pernah mendapat radiasi pada payudara; wanita yang sebelumnya pernah menderita karsinoma pada salah satu payudara, penderita tumor jinak payudara, kanker endometrial dan kanker ovarium; wanita gemuk; konsumsi alkohol tinggi (200-300 cc); dan tinggi badan melebihi 170 cm. Langkah pencegahan agar tidak terkena penyakit kanker payudara adalah hindari terlampau banyak mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter, menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun), banyak mengkonsumsi buah, sayur dan kedelai, dan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter setiap 2-3 tahun pada usia 20-35 tahun, dan melakukan pemeriksaan mammografi. Berdasarkan survei pada beberapa rumah sakit dan pencatatan hasil pemeriksaan patologi, selain kekerapan kanker payudara menenempati peringkat tertinggi nomer 2 setelah kanker mulut rahim, kanker ini juga dapat menyerang laki-laki dengan kekerapan satu persen dari seluruh kasus.

Sumber:

Buku “Kanker, Antioksidan, dan Terapi Komplementer” karangan dr. Erik Tapan MHA pada tahun 2004

Buku “Atasi Kanker dengan Tanaman Obat” karya Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma pada tahun 2004

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *