Kabinet Integritas

Penyakit Alzheimer dan Dementia Menjadi Hantu Bagi para Perokok

Suatu studi yang dipublikasikan pada terbitan British Medical Journal mengungkapkan bahwa merokok bisa menjadi penyebab penyakit dementia atau alzheimer pada usia lanjut kaum pria perokok. Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang umumnya menyerang otak pada orang berusia lanjut. Di Amerika Serikat penderita penyakit ini berjumlah jutaan kasus. Gejala Alzheimer ditunjukkan pada penurunan drastis pada proses berfikir, mengingat, dan ketidakstabilan perasaan (mood). Sedangkan dementia juga merupakan gangguan atau symptom penyakit degeratif yang menyerang daya pikir dan kemampuan mengingat penderita.

Gejala-gejala dini yang secara umum timbul adalah:

  1. Kehilangan daya ingat/memori; penurunan memori terutama memori jangka pendek adalah gejala paling umum.
  2. Kesulitan melakukan aktivitas rutin yang biasa
  3. Kesulitan berbahasa
  4. Disorientasi waktu dan tempat
  5. Penurunan dalam memutuskan sesuatu
  6. Salah menempatkan barang
  7. Perubahan tingkah laku
  8. Perubahan perilaku
  9. Kehilangan inisiatif

Para peneliti dari Radcliffe Infirmary Universitas Oxford di Inggris menyimpulkan hasil riset berdasar analisa data sejumlah 34.000 pria perokok di Inggris dengan pengamatan seksama yang dilaksanakan secara berkesinambungan sejak tahun 1951. Pada tahun 1988 sekitar 24.000 dari orang yang tengah diteliti itu telah meninggal dunia. Dari total orang yang telah meninggal tersebut pada catatan medis terungkap 483 atau sekitar 2% diantaranya meninggal atas sebab dementia. Sementara 473 orang lainnya meninggal setelah mengidap penyakit Alzheimer yang gejalanya muncul dengan nyata sekitar satu dekade menjelang saat kematiannya. Namun dalam kasus Alzheimer ini para peneliti menyatakan bahwa tingginya angka kematian pada pria perokok dan pada pria yang bukan perokok relatif sama untuk batasan dan kurun pengamatan yang sama. Hasil penelitian Universitas Oxford ini saling menguatkan dengan riset Institute of Public Health Universitas Cambridge yang mengungkapkan bahwa konsumsi nikotin ternyata akan lebih meningkatkan efek yang merugikan bagi otak maupun kesehatan jantung.

Dengan demikian kedua tim peneliti sama-sama membantah sejumlah riset terdahulu yang menyatakan bahwa nikotin seolah-olah memberikan efek yang menguntungkan dalam hal mencegah resiko penyakit degeneratif karena faktor penuaan, seperti Alzheimer maupun dementia. WHO memperkirakan jumlah orang yang meninggal karena sakit yang disebabkan merokok pada tahun 2025 di seluruh dunia akan mencapai rata-rata 10 juta jiwa per tahun. Korban di negara berkembang adalah 70% dari jumlah itu (Inf).

Sumber:

(http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/penyakit-alzheimer-dan-dementia-momok-baru-bagi-para-perokok/)

(http://www.indonesiamedia.com/2004/07/early/kesehatan/kesehatan-0604-alzheimer.htm)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *